Jumat, 10 Agustus 2012

Diposting oleh tekhnik komputer

Warga Tewas Tertembak pada Bentrok di Ogan Ilir

PALEMBANG, KOMPAS -  Angga Bin Dharmawan (12) tewas tertembak saat terjadi bentrok antara warga dan polisi di Desa Limbang Jaya I dan II, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Empat warga lainnya luka terkena tembakan dalam konflik berlatar belakang konflik lahan PT Perkebunan Nusantara VII Cinta Manis.
Kepala Desa Limbang Jaya I Mat Amin (42) mengatakan, bentrokan terjadi di Desa Limbang Jaya II, Jumat (27/7) sekitar  pukul 15.00. Saat itu, iring-iringan kendaraan Brimob berisi sekitar 100 personel memasuki  Desa Tanjung Pinang I dan II serta Limbang Jaya I dan II. Mereka membawa senjata laras panjang.
Saat memasuki jalan antara Desa Limbang Jaya I dan II, warga dari empat desa melempari iring-iringan mobil dengan batu. ”Polisi langsung membalas dengan tembakan membabi-buta. Warga melawan dengan  senjata seadanya, batu atau tongkat kayu,” kata Mat Amin  yang saat kejadian berada di lokasi.
Akibatnya, Angga, siswa SMP, tewas tertembak di telinga kiri. Empat warga lainnya menderita luka tembak. Farida (30) tertembak di bagian lengan, Yarman (47) di bagian tangan, Jesica (16) dan Rusman Bin Alimin tertembak di bagian pinggang. Keempat korban adalah warga Desa Limbang Jaya I. Korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.
Bentrokan berhasil diredam setelah para kepala desa membujuk warga berhenti menyerang dan bernegosiasi dengan pihak kepolisian. Saat berita ditulis, situasi masih mencekam. Semua anggota Brimob ditahan warga sekitar 3 kilometer di luar desa untuk dimintai konfirmasi dan pertanggungjawaban. ”Penarikan keluar desa ini juga dalam rangka mengamankan para anggota Brimob agar tak diserang warga lagi,” kata Kepala Desa Tanjung Pinang I, Habibi.
Warga terintimidasi
Sejumlah warga Desa Tanjung Pinang I dan II serta Desa Limbang Jaya I dan II mengikuti Gerakan Petani Penesak Bersatu (GPPB) untuk menuntut lahan PTPN VII Cinta Manis. Sejak bentrokan di lahan PTPN VII Cinta Manis, polisi telah dua kali memasuki desa itu.
Menurut Habibi, warga merasa terintimidasi oleh kehadiran polisi bersenjata yang memasuki desa. Itu menimbulkan antipati warga terhadap polisi yang memicu penyerangan terhadap iring-iringan kendaraan Brimob.
”Apalagi, pihak kepolisian tak pernah memberi informasi kepada pejabat desa saat memasuki desa. Kalau saja pejabat desa diajak bicara dulu, mungkin hal ini bisa diredam,” ujarnya.
Pasca-bentrokan antara massa GPPB dan polisi di lahan PTPN VII Cinta Manis, polisi sering masuk ke desa-desa di sekitar PTPN VII Cinta Manis. Polisi sering memeriksa, menangkap, razia, serta menggeledah rumah sejumlah warga. Tindakan ini  untuk mengungkap pelaku  pembakaran dan tindak kekerasan dalam bentrokan sebelumnya.
Warga mengaku ketakutan dengan tindakan polisi. Bahkan, saat ini sebagian pria di Desa Seribandung yang berbatasan langsung dengan PTPN VII Cinta Manis mengungsi karena takut ditangkap. Selama beberapa hari terakhir desa tampak sepi. Sebagian warga Seribandung berhenti menoreh karet.
Pejabat Sementara Kabid Humas Polda Sumsel AKBP Djarod Padakova mengaku, tembakan polisi merupakan tindakan bela diri dari serangan warga. ”Waktu itu serangan warga cukup beringas, baik dengan batu maupun senjata tajam,” katanya.
Koordinator Tim Advokasi Hukum dan Pencari Fakta (Tahta) Cinta Manis Ogan Ilir Mualimin mencatat, ada enam pelanggaran hak dasar warga dalam tindakan kepolisian selama menangani konflik lahan PTPN VII Cinta Manis. Pelanggaran itu terutama adanya intimidasi kepada warga. ”Ini melanggar hak warga untuk mendapat rasa aman dan penghidupan layak,” katanya.
Bupati Buru Ramly Umasugi, di Ambon, mengaku, emas di Pulau Buru, tak hanya di Waeapo, tetapi juga di empat kecamatan lain. Sejak sebulan lalu, temuan emas ini memicu bentrokan antarwarga pemilik lahan yang  menewaskan 11 orang.

Diposting oleh tekhnik komputer

Komisi II DPR Upayakan Sengketa Lahan PTPN II Segera Berakhir

TEMPO Interaktif, Medan - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat RI Chairuman Harahap mengatakan sengketa kepemilikan lahan antara PT Perkebunan Nusantara II (PTPN II) dan masyarakat sekitar perkebunan yang berlarut-larut sejak 1998 harus segera diakhiri.
Chairuman menegaskan hal tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara, Kamis, 20 Oktober 2011, untuk mencari solusi penyelesaian sengketa tersebut. Chairuman didampingi antara lain oleh Akbar Faisal, Abdul Wahab Dalimunte, Mestariani Habie, Tubagus Sunmanjaya.
Komisi II yang membidangi masalah pemerintahan dan otonomi daerah termasuk masalah pertanahan itu menerima laporan dari masyarakat dan petani yang bersengketa dengan PTPN II.
Setelah menerima laporan masyarakat dan petani, menurut Chairuman, Komisi II merasa perlu meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan untuk segera mengatasi sengketa kepemilikan lahan tersebut. Apalagi Hak Guna Usaha (HGU) yang dijadikan dasar bagi PTPN II menggarap lahan tersebut telah berakhir masa berlakunya.
Kementerian BUMN, menurut Chairuman, merupakan pihak yang paling mengetahui luas tanah yang dikelola PTPN II sehingga perlu segera menyiapkan formula penyelesaian sengketa. Selain Menteri BUMN, Komisi II juga akan meminta keterangan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mengetahui secara persis status HGU atas tanah sengketa tersebut. “Berlarut-larutnya penyelesaian lahan bermasalah akan berdampak pada menurunnya kepercayaan investor, termasuk di Sumatera Utara, “ kata Chairuman kepada Tempo.
Menurut Chairuman, Komisi II juga menunggu tim bentukan Pemerintah Sumatera Utara yang melakukan pendataan terhadap lahan yang dikelola PTPN II. Data tersebut ditunggu hingga 7 November mendatang untuk dijadikan bahan pembahasan dengan Menteri BUMN.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Nurdin Lubis mengatakan, tim tersebut beranggotakan pejabat dari berbagai instansi pemerintah di Sumatera Utara, seperti Asisten I Pemerintah Provinsi, BPN, Kodam I Bukit Barisan dan Kepolisian Daerah. “Tim bertugas melakukan inventarisasi dan pemetaan tanah perkebunan yang bermasalah atau HGUnya berakhir. Hasil kerja tim nantinya akan disampaikan kepada Komisi II DPR-RI, Gubernur, serta Kementerian BUMN,” papar Nurdin Lubis kepada Tempo.
Adapun Ketua Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI) Harun Noeh menegaskan bahwa 10.000 hektare lahan PTPN II di Kabupaten Deli Serdang dan Langkat sah milik petani yang bergabung dalam BPRPI.
Menurut Harun Noeh, gugatan BPRPI terhadap PTPN II dimenangkan oleh Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Deli Serdang hingga kasasi di Mahkamah Agung tahun 2011. “Kami menuntut PTPN II segera keluar dari lahan itu untuk menghindari pertumpahan darah,“ ujar Harun Noeh di hadapan tim Komisi II DPR-RI.
Sementara itu Direktur Utama PTPN II Bhatara Moeda Nasution mengatakan, perpanjangan HGU atas lahan yang dikelola PTPN II sudah diusulkan kepada BPN. "Semua pihak harus menunggu proses yang dilakukan BPN sehingga tidak bisa mengatakan HGU atas lahan yang kami kelola sudah berakhir dan lahan bisa diambil oleh petani penggarap," ucap Bhatara kepada Tempo.
SAHAT SIMATUPANG

Diposting oleh tekhnik komputer

Komandan pejuang pembebasan Suriah : "Allah dan rakyat bersama kita"

Hanin Mazaya
Senin, 6 Agustus 2012 06:10:26
Dari tempat ia duduk di belakang meja kepala sekolah di sebuah sekolah tua, pertempuran di Aleppo utara sepertinya akan lebih baik dari yang diharapkan.  Tapi peluru dan serangan berat dari sebuah helikopter yang berputar-putar bergemuruh semakin dekat dengan bangunan di dekatnya, Abu Sulaiman, komandan operasi pejuang pembebasan Suriah, tampaknya mengabaikan itu.
"Saya berharap bahwa kami akan sampai ke titik ini dalam hampir dua minggu," ujarnya.  "Tapi beberapa hari mendatang akan menjadi yang paling penting dari revolusi."
Aleppo kini dapat disangkal sebagai kota yang sedang berperang.  Kekurangan bensin telah melumpuhkan arus lalu lintas sekitar 90 persen.  Kantong sampah busuk kini begitu tinggi, menyerupai blok jalan dan sedikit orang yang berani melintasi jalan, satu mata mereka melihat ke tanah dan yang lainnya miring ke arah langit untuk memastikan kehadiran helikopter militer.
Selama lebih dari empat dekade, kota ini diperintah dengan sangat kaku oleh rezim brutal yang berkuasa.  Tapi kini, kantor kepolisian sebagian besar telah dikuasai pejuang, kendaraan mereka sekarang digunakan untuk mengangkut pejuang menuju dua garis depan-wilayah pinggiran yang disebut Sarhour dekat dengan pusat kota.
Rumah sakit pemerintah di timur kota, yang dikomandoi oleh pasukan rezim sampai minggu ini, kini telah berada di tangan pejuang.  Demikian juga bagian dari pusat kota di dekat benteng, yang menjulang di atas kota kuno ini sepanjang zaman telah muncul di bawah lampu sorot saat pertempuran berkecamuk di sekitarnya pada Sabtu malam.
Di distrik Salahedine, barat daya kota, di mana semuanya dimulai pada akhir Juli, pertempuran belum juga reda dan mengurangi sebagian besar bangunan yang ada.  Semuanya sekitar 30.000 warga yang tersisa dan pejuang masih berada di sana.
Perjuangan untuk Salahedin kini telah menetap dalam ritme kekerasan. Penembak jitu para pejuang perlawanan bertengger di belakang tanggul pasir di jalan yang berjarak hanya 200 meter dari posisi tentara rezim.
Mobil yang masih memiliki bensin di dalam tangki mereka-tidak banyak-digunakan untuk mendorong di belakang tanggul dan menggoda penembak jitu rezim untuk mengekspos diri mereka.
Sepanjang waktu jet yang melayang menjatuhkan bom dan mengancam mereka.  Jet adalah pengingat bahwa tidak peduli keuntungan apa yang didapat di lapangan, para pemberontak tidak bisa cocok dengan senjata rezim.
Pertempuran menjadi lebih sulit dari hari ke hari.  Bahan bakar murni atau campuran kini mencapai harga 4 USD per liter.  Semua stasiun pengisian bahan bakar tutup dan pedagang di pinggir jalan telah mencampur bahan bakar yang tersisa dengan minyak goreng atau lainnya agar kekuatan gerilya terus bergerak.
Ketika dua pejuang menunggu di kantor Abu Sulaiman agar diberikan kupon bahan bakar, meriam helikopter bergemuruh, menyebabkan keduanya meringis dan komandan bekerja lebih untuk mereka.
"Kami memiliki banyak senjata lebih dari yang biasa kami miliki," ujarnya.  "Rezim telah berjalan pergi dan mereka lelah, begitu lelah bahkan lebih dari kami....Saya akan mengatakan bahwa peperangan mereka melawan kami hanya 20 persen yang berani dan berkomitmen untuk pertempuran."
"Kami memiliki sekitar 120 pembelot pagi ini."
Jika rumor yang berkembang di antara para pemberontak benar, Tentara Pembebasan Suriah (FSA) akan membutuhkan lebih banyak orang untuk mempertahankan posisinya di Aleppo dalam beberapa hari mendatang.  Komandan perlawanan di utara Suriah mengatakan tentara rezim, termasuk semua divisi dan unit utama, telah menuju utara dari Damaskus, Hama dan Idlib untuk bergabung dalam pertempuran.
"Kami perkirakan mereka tiba Selasa," ujar kolonel dari Idlib yang mengirimkan anak buah untuk memantau kehadiran bala rezim.  "Mereka mengirim Pengawal Republik."
Saat Abu Sulaiman terus memberikan arahan, jet musuh telah melakukan serangan semakin dekat, mengirimkan bom ke sebuah pabrik di dekat pintu masuk kota dan menggerakkan para pejuang untuk melepaskan tembakan ke arah birunya langit.
Kembali ke kantornya, ia mengatakan : "Kami memiliki senjata anti-aircraft.  Kami akan menggunakannya ketika waktunya tepat.  Mereka tidak bisa menang, karena

Diposting oleh tekhnik komputer

Nasehat dan renungan dari Syaikh Abu Muhammad ‘Ashim Al Maqdisiy: “Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan pula”

Saif Al Battar
Selasa, 13 Maret 2012 08:26:51
(Arrahmah.com) - Tulisan ini adalah diambil dari kitab "Waqafat Fi Tsamaratil Jihad" tulisan Syaikh Abu Muhammad ‘Ashim Al Maqdisiy (hafizahullah) no ke 19 yang ditulis secara terpisah.
Sebagai tambahan terhadap waqafat 1-18 yang sudah beliau tulis dan sebarakan jauh-jauh hari sebelumnya yang sudah diterjemahkan oleh Ustadz Aman dengan judul " MERENUNG SEJENAK TERHADAP HASIL-HASIL JIHAD ANTARA KEBODOHAN TERHADAP SYARI'AT DAN KEBODOHAN TERHADAP REALITA" yang pernah diterbitkan oleh penerbit Jazera, Solo dengan judul yang sangat buruk dan tidak mempresentasikan isi buku tersebut dengan judul "MEREKA MUJAHID TAPI SALAH LANGKAH" padahal buku tersebut sebenarnya adalah buku yang diakui para mujahidin Afgahnistan dan Irak sebagai buku yang membantu mengarahkan jihad mereka.
Renungan ke 19 menjabarkan akhlak islam dalam memperlakukan orang kafir yang tidak menggangu kaum muslimin bahkan justeru membantu kaum muslimin dan mujahidin tanpa mengusik keyakinan mereka dalam kondisi tidak ada payung negara islam yang disegani orang-orang kafir. Semoga tulisan yang diterjemahkan oleh Ustadz Abu Sulaiman Aman Abdrrahman (fakkalah asrohu) ini  bermanfaat untuk para Mujahidin yang sedang berjihad fie sabilillah dan kaum muslimin semuanya. Arrahmah.com menghadirkan tulisan ini agar mencerahkan dan mencerdaskan buat kita semua, insya Allah. Selamat membaca:
***
­Renungan Kesembilan Belas
هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ
"Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan pula"
Saat kami dikucilkan dari alam dan dihalangi dan mendapatkan kunjungan keluarga, kabar berita dan hubungan dengan dunia luar, saya tidak melihat dari makhluk di sel isolasi saya itu selain utusan palang merah, merpati dan burung-burung kecil yang biasa bertengger di atas teralis besi lobang sel untuk mencari potongan roti yang sering saya taburkan baginya supaya menghibur kesepian saya dengan bunyi dan kicauannya.
Dan begitulah pula apa yang dilakukan utusan lembaga internasional untuk palang merah, di mana kedatangan utusan itu kepada kami membangkitkan rasa bahagia dan senang, karena ia artinya adalah kabar baru tentang keluarga, dan surat-surat kerinduan dari orang-orang yang dicintai sebagaimana ia dalam banyak keadaan berusaha untuk meringankan tekanan-tekanan yang dilakukan kantor penjara terhadap banyak tahanan, bahkan kadang kala ia membawakan untuk kami buku-buku yang membuat kami senang dalam kondisi pengisolasian dan pelarangan buku-buku oleh pihak penguasa. Dan untuk keadaan saya secara pribadi adalah mendapatkan posisi khusus dan perhatian dari lajnah (Palang Merah Internasional / ICRC) dengan sebab lamanya masa pengisolasian yang telah saya jalani di sel isolasi.
Setiap orang yang mengenal saya dan mengenal kegemaran saya kepada buku dan bacaan akan mengetahui bahwa hukuman terbesar terhadap saya di dalam penahanan adalah penghalangan saya dari hal itu, dan kantor penjara pun mengetahui baik hal itu dan melakukannya terhadap saya, di mana mereka menghalangi saya dari buku-buku atau mempersulitnya terhadap saya atau merampasnya di saat buku-buku itu ada karena sebab hal sepele, maka utusan ICRC pun mengerahkan upaya mereka untuk melepas pemboikotan ini dari saya dengan kejujuran yang tidak akan saya lupakan bagi mereka, dan mereka mencoba dengan berbagai kemampuan dan fasilitas mereka untuk memecahkannya, dan di awal-awal mereka berhasil setelah susah payah dari memasukan majalah "Insani" yang menginduk kepada lajnah dan yang terbit per pasal, maka itu adalah awal penglihatan kami terhadap dunia luar yang terjauhkan dari kami walau dari celah isyarat-isyarat yang tercecer di dalam berita-berita dan kegiatan-kegiatan ICRC (INTERNATIONAL COMMITTEE of The RED CROSS), dan tidak akan menghargai kadar hal ini kecuali orang yang telah merasakan apa yang kami rasakan, sehingga kami selalu menunggu dengan kerinduan kepada Majalah ini walaupun sedikitnya info-info dunia di dalamnya, karena ia bukan buletin pemberitaan, namun buletin yang memperkenalkan kegiatan-kegiatan lembaga ini, akan tetapi pengisolasian yang kami alami itu menjadikannya sebagai buletin pemberitaan utama dan satu-satunya tentunya bagi kami.
Kemudian upaya-upaya utusan lajnah itu terus beruntun, sehingga mereka berhasil memasukan buku-buku kecil lajnah dan buletin-buletinnya yang beraneka ragam seperti buku Un Souvenir The Solferino (Mengenang Tragedi Solferino) milik Jean Henry Dunant, dan Al Qanun Ad Dauli Al Insani fil Islam serta yang lainnya dari terbitan-terbitan Lajnah dan Buletin-Buletinnya. Kemudian setelah usaha keras dan terus menerus akhirnya Lajnah berhasil memasukan 100 buku yang bermacam-macam yang dengannya ia memecahkan pengisolasian kami, dan darinya saya membuat perpustakaan penjara yang dipinjam secara bergantian oleh para napi setelah pelarangan yang lama terhadap buku-buku.
Dan ini adalah sebagian nama kitab-kitab yang dihadiahkan oleh ICRC sebagai perpustakaan bagi narapidana:
  • Tafsir Ibni Katsir
  • Shahih Muslim
  • Shahih Al Bukhari
  • Daulatul Murabithin
  • Tarikh Al Andalus (Copian)
  • Tarbiyatul Aulad fil Islam
  • Qashashul Anbiya
  • Shuwar Min Hayatish Shahabah
  • Shuwar Min Hayatit Tabi'in
  • Laa Tahzan Innallaha Ma'anaa
  • Fi Wujdanil Qaryah
  • Al Yaumul Mau'ud
  • Ath thibb An Nabawiy
  • Hubbii Ya Riihal Iman
  • Shina'atul Qa'id
  • Rihlatun Najah
  • Al Harbul ‘Alamiyyah Al Ula Wats Tsaniyah..
Dan buku-buku lainnya dalam daftar yang panjang dan beraneka ragam...
Orang yang mengamati buku-buku ini adalah mengetahui kesalahan prasangka banyak orang yang meyakini bahwa lembaga ini melakukan kegiatan-kegiatan misionaris atau kristenisasi, karena sebagian buku-buku itu membicarakan perihal penderitaan kaum muslimin di Andalusia (Spanyol dan Portugal sekarang, pent.) dan menjelaskan apa yang mereka alami berupa pemusnahan (Holocos) di Mahkamah-Mahkamah Taftisy (Pemeriksaan) pasca jatuhnya Andalusia dan lenyapnya kekuasaan Islam di sana.
Sebahagiannya mengecam serangan pasukan-pasukan salibis terhadap negeri-negeri kaum muslimin dan berbicara tentang pembantaian yang dialami kaum muslimin saat jatuhnya Al Quds di bawah kekuasaan mereka, dan sebagiannya mengecam penjajahan modern dan membela khilafah serta mencela orientalis, budaya barat, a susila dan hal lainnya yang mana hal tersebut tergolong bukti yang menunjukkan secara jelas bahwa lembaga ini tidak ikut campur di dalam permasalahan keagamaan dan keyakinan, dan ia tidak memiliki tujuan kristenisasi atau misionaris –sesuai pengalaman saya- dan hal serupa itu yang berusaha disematkan oleh sebagian orang dengan sebab namanya dan simbolnya yang mana ia pada asalnya adalah pembalikan bendera Swis negara tempat domisili dan lahirnya Lembaga ini...
Padahal sesungguhnya yang harus dijadikan barometer itu adalah hakikatnya bukan penamaannya terkhusus lagi apabila penamaan itu hanya sekedar simbol dan pamflet yang dikosongkan dari isinya dan dipalingkan atau dipindahkan dari makna-makna asalnya, di mana berapa banyak negara atau organisasi di zaman kita ini yang menjadikan dari ayat-ayat Qur'aniyyah atau syahadatain atau takbir atau hilal (bulan sabit) sebagai simbol baginya sedangkan ia tidak mengenal dari islam itu kecuali namanya dan tidak ada padanya dari simbol-simbol ini kecuali tulisannya saja bahkan bisa jadi tidak memahaminya dan tidak mengenalnya dengan makna-makna asalnya dan penunjukan-penunjukan yang sebenarnya, dan justru malah memerangi makna-makna itu dan memusuhi penganutnya...
Dan juga sudah diketahui oleh setiap orang yang merujuk kepada sejarah lahirnya dan perintisan lembaga ini bahwa ia tidak berangkat dari prinsip-prinsip keagamaan tabsyiriyyah (kristenisasi) dan bahwa pendirinya yang pertama Henri Dunan adalah saudagar dan bukan pendeta atau misionaris.
Dan bila saya boleh berbicara tentang pengalaman pribadi saya dengan lembaga ini maka sesungguhnya saya tidak pernah merasakan sepanjang hubungan saya dengan ICRC ini yang berlangsung sejak tahun 1994 M dan tidak pernah melihat di suatu hari pun bahwa utusan ICRC ini berusaha melakukan misi kristenisasi atau ikut campur dalam keyakinan para narapidana, bahkan sebaliknya justru sayalah yang sering memulai banyak dari mereka dengan melontarkan permasalahan keagamaan dan meminta penjelasan dari mereka tentang aqidah mereka dan mengajak mereka kepada islam, dan mereka juga sama sekali tidak tersinggung dengan pencoretan saya pada tenggang waktu yang panjang terhadap simbol Lajnah di surat-surat saya yang saya kirimkan buat keluarga saya, namun justru yang tersinggung dari hal itu dan memprotesnya adalah pemerintah yang saya menjadi tahanannya dengan alasan bahwa saya melakukan hal itu sebagai sandi dan isyarat rahasia yang saya isyaratkan dengannya kepada keluarga saya, dan sebagian surat-surat saya ditahan karena sebab itu...
Di suatu tahun dari tahun-tahun penahanan saya mencoba meminta dari utusan Lajnah agar menghadirkan Kitab yang disucikan oleh orang-orang Nasrani untuk membantu saya dalam sebagian riset ilmiah saya di penjara, namun mereka menolak dari hal itu dan meminta maaf, dan mereka tidak memenuhi permintaan saya itu padahal mereka itu  memenuhi permintaan penyediaan banyak kitab-kitab yang  tadi diisyaratkan di atas, di samping itu sesungguhnya termasuk hal yang diketahui umum bahwa banyak dari utusan lajnah itu pada hakikatnya adalah orang-orang yang mengaku beragama islam, sedangkan yang non muslim dari mereka selalu menjaga dan menghormati pilihan-pilihan para pemuda muslim, dan mereka berusaha keras untuk menyediakan utusan-utusan pria di saat si tahanan menolak dari melakukan wawancara dengan utusan wanita sebagai bentuk keinginan kuat dari mereka agar tidak terputusnya hubungan dengan siapa pun dari kalangan narapidana, sampai-sampai para utusan wanita Lajnah itu mengenakan kerudung karena sebab itu...
Dan di saat saya telah menyelesaikan bacaan semua kitab-kitab dalam daftar yang panjang yang dihadirkan Lajnah ke penjara dan yang tidak mungkin dibaca dalam satu atau dua atau tiga bulan namun saya telah menyelesaikannya semuanya karena keinginan kuat pemerintah dan kebersikukuhannya untuk memperpanjang masa penjamuan saya di sel isolasi saya, maka setelah itu saya meminta kitab-kitab lain dari utusan Lajnah yang saya sebutkan nama-nama judulnya, dan mereka pun tidak pelit dalam menghadirkannya kepada saya. Dan itu terealisasi setelah upaya keras mereka yang panjang dan alot yang membuahkan hasil pengguguran pelarangan terhadap buku, bahkan lajnah pun di akhir perjalanan dan sebulan sebelum pembebasan saya berhasil mendapatkan –dengan sebab lamanya pengisolasian saya- persetujuan untuk memasukan koran ke dalam sel saya dalam setiap kunjungan lajnah, dan ia adalah hal yang bisa terealisasi pertama kali dalam sejarah penjara sesuai pengetahuan saya, maka kunjungan mereka itu pun bagi saya telah berarti adalah info terperinci tentang berita-berita dunia yang mana pikiran saya telah ketinggalan darinya sajak kurang lebih lima tahun...
Ini adalah sebagian yang saya lihat dan saya saksikan dari usaha keras Lajnah ini dalam pengalaman pribadi saya. Adapun pelayanan-pelayanan mereka di tingkat dunia islam:
Maka salah seorang pejabat ICRC berkata: (Bisa diperhatikan bahwa lebih dari separuh pelayanan-pelayanan yang dilakukan ICRC adalah di arahkan untuk membantu korban kaum muslimin baik mereka itu para narapidana atau keluarga orang-orang yang hilang atau kaum sipil yang membutuhkan atap yang menaungi mereka atau air bersih atau makanan. Dan dengan memperhatikan sekilas kegiatan-kegiatan ICRC di lebih dari 50 negara anggota OKI (Organisasi Konferensi Islam), jelaslah keberadaannya yang kuat di dunia islam...) Nukilan dari (Mukhtarat Min Al Majallah Ad Dauliyyah Lish Shalib Al Ahmar 2005 M)
Dan orang yang meragukan informasi-informasi ini bisa menanyakan kepada rakyat Palestina di Ghaza dan Tepi Barat dan juga rakyat Irak terutama para tahanan dan keluarga mereka tentang pelayanan Lajnah ini.
Karena sebab itu semua dan yang lainnya, maka saya sungguh sangat heran dan mengingkari saat saya mendengar pemboman kantor ICRC di Baghdad; sedangkan Irak dan rakyatnya dalam kondisinya yang sekarang adalah rakyat yang paling membutuhkan di dunia hari ini kepada pelayanan-pelayanan ICRC yang banyak dan beraneka raga, sebagaimana saya diliputi rasa jijik dengan alasan-alasan dangkal sebagian orang dalam pembenaran pemboman itu dengan klaim bahwa kantor ICRC di Irak itu adalah sarang bagi CIA, seolah CIA itu kekurangan sarang di negeri (Irak) yang malang yang telah menjadi salah satu bagian wilayah dari wilayah-wilayah mereka (CIA/USA); sehingga, mereka meminjam kantor ICRC atau menyewanya untuk menetap mereka!! Dan setiap orang yang mengenal kenetralan ICRC ini dan berinteraksi dengannya pasti mengetahui ketidakmungkinan praduga-praduga, prasangka-prasangka dan alasan-alasan pembenaran semacam ini.
Sebagaimana saya sangat terheran-heran terhadap sikap menjadikan utusan ICRC sebagai sasaran dalam banyak front baik mereka itu dibunuh atau diculik dan dijadikan jaminan/gadaian bagi negosiasi atau penekanan terhadap negara-negara asal mereka, dan seperti itu pula menargetkan para pegawai Lembaga-lembaga Bantuan secara umum bukan karena apa-apa kecuali karena warna rambut mereka yang pirang atau mata mereka yang biru atau kewarganegaraan mereka sebagai tanda terhadap permusuhan dalam dien dan bahkan lebih dari batas itu yang dilampaui di mana wanita-wanita dari Lembaga itu pun dijadikan sasaran seperti Margaret Hasan kepala kantor organisasi Kair Al Khairiyyah di Irak yang telah bekerja dalam bidang Pertolongan selama 30 tahun di Irak seraya menentang Embargo yang ditetapkan terhadap Irak, dan ia di samping itu adalah istri laki-laki warga Irak yang mengaku muslim, namun demikian dunia seluruhnya menonton penculikan wanita ini dan pengancaman pembunuhannya serta perealisasian pembunuhannya itu dengan klaim penekanan terhadap negara asal wanita itu agar menarik pasukannya dai Irak!
Maka kedunguan macam apa ini dan pencorengan apa lagi terhadap jihad dan pelecehan (bentuk apa lagi) terhadap muqawamah (perlawanan) dan ahlinya?? Dan saya tidak ragu sedikit pun bahwa hal semacam ini tidak mungkin muncul dari mujahid yang memahami diennya dan menghormati jihadnya serta peduli terhadap nama baiknya; namun hal ini tidak mungkin muncul kecuali dari para perampok dan orang-orang jahat yang tidak memiliki sedikit pun hubungan dengan dien apalagi dengan jihad; sebagaimana hal itu memang terbukti  kemudian di mana ternyata para penculik itu bukan dari mujahidin, dan justru penculikan dan pembunuhannya itu telah dikecam oleh orang yang menghormati jihadnya dan yang peduli terhadap sum'ahnya dari kalangan mujahidin, para dai mereka dan ulama mereka.
Karena telah sah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam  bahwa beliau berkata:
مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الجَنَّةِ
"Barangsiapa membunuh mu'ahid maka ia tidak mencium bau surga." (HR Al Bukhari no. 3166)
Dan bersabda dalam hadits shahih:
مَنْ قَتَلَ رَجُلًا مِنْ أَهْلِ الذِّمَّةِ، لَمْ يَجِدْ رِيحَ الْجَنَّةِ
"Barangsiapa membunuh seorang dari Ahludzdzimah, maka ia tidak mendapatkan bau surga..." (HR Al Imam Ahmad no. 18072 dan lainnya)
Sisi pengambilan dalil dari hadits-hadits ini adalah bahwa bila ancaman ini telah ada di dalamnya bagi orang yang membunuh kafir mu'ahid atau dzimmiy yang menghormati agama islam dan penganutnya dan memberikan rasa damai kepada mereka atau menahan dirinya dari memerangi mereka karena rasa takut terhadap kekuasaan Islam dan daulah kaum muslimin di saat negara Islam itu ada; maka bagaimana halnya dengan orang yang menghormati agama kaum muslimin dan menahan dirinya dari memerangi mereka dan bahkan bekerja aktif dalam membantu dan menolong mereka walaupun kaum muslimin tidak memiliki daulah dan kekuasaan yang ditakuti dan diseganinya, akan tetapi dia melakukan hal itu dari dorongan muruah atau amal kemanusiaan dan akhlak yang terpuji serta hal serupa itu; bukankah dia ini lebih layak dan lebih pantas untuk mendapatkan keamanan, perlakuan baik, tidak disakiti dan tidak diganggu? dan (lebih pantas) masuk dalam firman-Nya:
لا يَنْهَاكُمُ اللهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
"Allah tidak melarang kalian berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kalian dalam urusan agama dan tidak mengusir kalian dari kampung halaman kalian. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil." [Al Mumtahanah: 8]
Maka kalau begitu tidak ada alasan bagi keberatan sebagian pemuda dari interaksi dengan ICRC atau menghajrnya dan memboikotnya, padahal mereka itu atau saudara-saudara mereka yang tertindas atau  ditawan sangat membutuhkan sekali kepada pelayanan-pelayanannya dan bantuan-bantuannya. Dan di antara yang bisa dijadikan pendekatan dalam hal ini adalah apa yang ada di dalam sirah pada kisah Kepergian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ke Thaif yang mana di sana beliau disakiti dan dilempari kakinya sampai bercucuran darah, terus beliau berlindung di keteduhan suatu kebun, kemudian beliau didatangi seorang budak yang beragama Nasrani namanya ‘Addas dengan membawa anggur maka beliau shallallahu 'alaihi wa sallam pun menerimanya darinya...
Dan untuk sebagai faidah, saya beritahukan bahwa Daulah Utsmaniyyah sendiri telah bergabung dengan Kesepakatan Jenewa tahun 1864 M tanpa sungkan sedikit pun, di mana ia adalah Kesepakatan yang di atas dasarnya telah bertolak upaya perlindungan korban-korban perang di zaman-zaman modern; dan atas dasar itu ia telah memberikan jaminan keamanan dan menghargai pengibaran lambang Palang Merah sebagai sarana perlindungan bagi mobil-mobil Ambulans musuh, karena kesepakatan ini telah menegaskan agar menghormati individu-individu pelayanan medis dan sarana-sarana pengangkutan serta perlengkapan-perlengkapan medis sedang tandanya adalah lambang Palang Merah di atas latar putih, dan Daulah Utsmaniyyah tidak menggunakan lambang Bulan Sabit Merah kecuali di saat peperangan antara Daulah Utsmaniyyah dengan Rusia tahun 1876-1878 M saat ia mengumumkan bahwa ia akan menggunakan Bulan Sabit Merah sebagai Lambang tersendiri bagi Organisasi Nasionalnya di atas mobil-mobil Ambulans yang menginduk kepadanya dengan tetap terus menghormati pemakaian lambang Palang Merah sebagai sarana perlindungan bagi mobil-mobil Ambulans musuh, dan sejak itu saja maka Bulan Sabit Merah telah menjadi lambang yang diberlakukan di Daulah Utsmaniyyah, dan hal itu tidak mengundangnya untuk tidak memberikan jaminan keamanan kepada mobil-mobil musuh yang membawa lambang Palang Merah sebagai ciri terhadap pelayanan-pelayanan medis, atau mengganggunya dan mengancamnya dengan bahaya, akan tetapi ia tetap terus memberikan jaminan keamanannya.
Dan terakhir, saya di sini membisikkan di telinga setiap saudara mujahid dengan pertanyaan ini: Apa engkau rela dikatakan bahwa mujahid itu adalah insan yang dungu yang tidak bisa membedakan antara musuhnya dengan kawannya dan antara orang yang memeranginya dengan orang yang membantunya? Saya kira engkau tidak rela dengan hal itu. Jadi hati-hatilah dari ikut serta dalam allaghwu fiddin (sikap, kegaduhan di dalam dien) atau berbuat hal yang meremehkan jihad dan mencorengnya sehingga (dengan tindakan itu) engkau membantu musuh-musuh islam dalam tipu daya dan makar mereka terbesar dan terbusuk dalam memerangi dien ini. Allah ta'ala berfirman:
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لا تَسْمَعُوا لِهَذَا الْقُرْآنِ وَالْغَوْا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ
"Dan orang-orang kafir berkata: janganlah kalian mendengarkan Al-Qur'an dan buatlah kegaduhan terhadapnya, agar kalian dapat mengalahkan (mereka)," [Fushshilat: 26]
Oleh karena itu sesungguhnya saya mengajak dan menasihati semua ikhwah yang aktif bekerja untuk kejayaan dien ini di seluruh penjuru dunia; yang peduli: kepada urusan kaum muslimin dan dien mereka serta ingin menjaga sum'ah jihad dan mujahidin agar mereka memberikan keamanan kepada utusan-utusan ICRC (Lembaga Palang Merah Internasional) dan yang serupa dengannya berupa organisasi-organisasi Pemberian Pertolongan, dan hendaklah menghindari dari menjadikan para anggota dan utusan-utusannya sebagai sasaran selagi mereka terus menjaga kenetralan mereka dan tidak ikut campur dalam agama kaum muslimin dan keyakinan-keyakinan mereka, namun mereka (para anggota organisasi-organisasi itu) bekerja untuk memberikan pertolongan dan bantuan kepada kaum muslimin, dan hendaklah para aktivis itu tidak menganggap sikap itu sebagai keutamaan dari mereka, namun ia itu wajib dari sekian kewajiban berbuat baik kepada orang-orang yang berbuat baik. Allah ta'ala berfirman:
هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ
"Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)," [Ar Rahman: 60]
Sungguh kami kaum yang kemuliaan akhlak kami menolak dari
Memulai menyakiti orang yang tidak menyakiti kami
Dan di dalam hadits shahih yang diriwayatkan Al Imam Ahmad dan yang lainnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:
لَا يَشْكُرُ اللهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ
"Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterima kasih kepada manusia." (HR Ahmad no. 7939)
Bukan termasuk agama kita dan bukan termasuk tuntunan Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam membalas orang yang berhak mendapatkan ungkapan terima kasih walau berbeda aqidah dan agama dengan kita dengan perlakuan buruk dan pengingkaran apalagi dengan penculikan, gangguan dan pembunuhan... Dan yang sangat menunjukkan terhadap hal ini adalah apa yang diriwayatkan Al Bukhari dari sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pasca perang Badar perihal tawanan kaum musyrikin:
لَوْ كَانَ المُطْعِمُ بْنُ عَدِيٍّ حَيًّا، ثُمَّ كَلَّمَنِي فِي هَؤُلاَءِ النَّتْنَى لَتَرَكْتُهُمْ لَهُ
"Andaikata Muth'im ibnu ‘Addiy masih hidup terus ia Menego saya perihal orang-orang busuk itu tentu saya membiarkan mereka untuknya" (HR Al Bukhari no. 3139)
Yaitu beliau akan bebaskan mereka semua sebagai ungkapan terima kasih baginya; dan itu dikarenakan ia telah memberikan jaminan keamanan dan melindungi beliau sepulangnya dari Thaif ke Mekkah, dan ada yang mengatakan pula bahwa sebab hal itu adalah karena ia tergolong orang yang paling keras upayanya dalam merobek Shahifah (Surat kesepakatan) yang ditulis Quraisy terhadap Banu Hasyim dan kaum muslimin yang bersama mereka saat diboikot di Syi'ib. Jadi ini adalah ungkapan terima kasih baginya dan pujian yang baik atas kebaikannya terhadap Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam walaupun Muth'im ini sudah mati di atas kemusyrikan dan peribadatan berhala...
Ibnu Hajar dalam Fathul Bari telah menuturkan dari Al Fakihaniy dengan isnad yang mursal bahwa Hissan ibnu Tsabit membuat syair kenangan kebaikan Muth'im ibnu Addiy tatkala meninggal sebagai balasan jasanya terhadap Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
Dan dalam pujian beliau shallallahu 'alaihi wa sallam terhadap Hilful Fudlul sedangkan ia adalah hilf (kesepakatan) yang didirikan zaman jahiliyyah oleh orang-orang kafir penyembah berhala untuk menolong orang yang dianiaya dan untuk menghadang kezaliman; maka di dalam pujian beliau itu terdapat dalil yang jelas terhadap keabsahan memuji dan berterima kasih kepada orang-orang yang suka menolong dan berbuat baik, dan bahwa hal itu termasuk akhlak Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan tergolong sunnah dan tuntunannya. Dan bukan termasuk akhlak dan tuntunan beliau membunuh atau menculik dan berbuat buruk kepada orang-orang semacam mereka itu.
Apa si angkuh tak tahu bahwa di tengah kami ada
Kitabullah yang memberikan kepada kami bayan
Memerangi kehidupan kami sehingga bisa membangun
Eksistensi di atas sinar Tuntunannya
Ia mengatakan kepadanya dan kepada seluruh dunia
Bahwa kami akan menguasai orang yang telah menguasai kami
Dengan jihad kan kami Teror Para penjahat Perang dan memberikan kenyamanan bila mereka jujur
Ini adalah yang ingin saya ingatkan dan arahkan kepada saudara-saudara saya di mana saja sebagai bentuk ketulusan kepada dienullah dan ketulusan kepada jihad dan mujahidin, serta sebagai bentuk kepedulian terhadap sum'ah mereka dan sum'ah jihad mereka, juga sebagai bentuk penampakan bagi gambaran hakiki yang indah bagi islam dan jihad...
Dan di penutup kalimat ini ada baiknya bagi saya untuk mengingatkan para utusan ICRC juga sebagai kecintaan saya terhadap kebaikan bagi mereka; dengan nasihat teman mereka saat berbicara dalam ucapannya yang tadi telah diisyaratkan di atas: (Dan Lembaga Internasional ini perlu agar menjauhkan dirinya dari permasalahan-permasalahan Sosial dan pertikaian-pertikaian politik) selesai.
Saya katakan: Dan seperti itu juga permasalahan-permasalahan keyakinan dan keagamaan bagi kaum muslimin selagi prinsip kenetralan adalah prinsip yang dipegang oleh Lajnah (Lembaga) dan ia selalu memperhatikan pembuktian yang menjadikannya bisa lancar berinteraksi bersama seluruh pihak tanpa memancing atau ikut campur dalam keyakinan dan agama manusia. Dan ia adalah yang diingatkan oleh pemimpin redaksi Majalah ICRC dengan ucapannya: (Agar Lembaga mendapatkan kepercayaan semua pihak yang bertikai maka ia menetapkan atas dirinya prinsip ini (netral), bukan saja tidak ikut serta dalam operasi-operasi permusuhan, akan tetapi juga penolakan dari ikut campur dalam segala bentuk debat politik atau keagamaan atau ideologi) selesai nukilan dari Mukhtarat min Majallah Ash shalibil Ahmar 2005 M.
Bila Organisasi-organisai Bantuan ikut campur dalam aqidah, agama dan syari'at kaum muslimin, maka tidak diragukan bahwa ia akan menjerumuskannya kepada sikap permusuhan dan menjadikannya sasaran-sasaran yang memusuhi, dan bukan netral atau membantu. Sungguh saya telah melihat dan banyak mujahidin pun melihat Lembaga-lembaga Bantuan Eropa di Utara Afghanistan ikut campur dalam urusan hijab wanita muslimah dan membagikan pakaian-pakaian yang mengandung ungkapan-ungkapan misi kristenisasi, dan karena sebab-sebab ini mujahidin pun telah mengolongkannya dalam Organisasi-organisasi yang memusuhi. Dan saat itu saya belum membedakan sebagaimana banyak orang selain saya sampai hari ini masih belum membedakan antara Lembaga-lembaga itu dengan Lembaga ICRC dan prinsipnya yang netral.
Dan nasihat terakhir saya hadiahkan juga kepada Majallah Al Insaniy yang menemani saya dalam kegelapan penjara dan pengisolasiannya; agar ia menjauhkan dirinya dari hal-hal semacam ini, dan di antaranya adalah pujian sebagian penulisnya tanpa hati-hati kepada sebagian penulis dan pemikir yang menghujat Qur'an kaum muslimin, sejarah mereka dan tsaqafah mereka, karena sesungguhnya ungkapan (Sesungguhnya pendapat-pendapat yang ada di dalam terbitan ini tidaklah mengungkapkan kecuali dari sudut pandang para pemiliknya) tidaklah berarti apa-apa bersama hujatan yang jelas terhadap agama dan syari'at kaum muslimin, seperti hijab wanita muslimah, poligami dengan klaim hak-hak wanita atau hak-hak manusia yang pilih-pilih, atau hujatan kepada jihad dan mujahidin serta perlawanan umat islam dengan klaim mencela Teror. Karena hal itu pada hakikatnya adalah penyelarasan dan pengikutan arus perang dunia terhadap apa yang disebut Teror yang meluas sehingga pada hakikatnya ia menjadi perang terhadap kaum muslimin dan negeri-negeri mereka!! Dan penceburan Majalah dan pengikutannya dalam (arus) semacam ini adalah bertolak belakang dengan dasar kenetralan yang telah dijadikan oleh Lajnah sebagai prinsip baginya. Dan hal serupa adalah pujian tanpa sungkan kepada musuh-musuh Al-Qur'an apalagi sampai menuturkan sebagian ucapan mereka di dalam majalah.
Dan selama Lajnah itu memperhatikan serius terhadap kenetralannya dan menjauhi kemusykilan-kemusykilan dan sandungan-sandungan semacam ini, maka ia akan mendapatkan selalu dari kami syukur dan pujian ucapan maupun perbuatan sebagaimana yang telah kami pelajari dari agama kami dan tuntunan Nabi kami shallallahu 'alaihi wa sallam...

Diposting oleh tekhnik komputer

Mereka bertanya tentang Usamah, wahai orang Amerika.. Inilah Usamah!

Siraaj
Kamis, 26 Juli 2012 22:38:24
(Arrahmah.com) - Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah, seorang Ulama dan Mujahid yang telah menorehkan tinta emas yang sangat indah di kitab sejarah kaum Muslimin. Sosoknya yang kharismatik dapat membuat musuhnya sekalipun menyukainya. Seorang wartawan Barat yang pernah memiliki kesempatan berbicara langsung dengan Syaikh Usamah mengatakan bahwa "bicaranya pelan, tidak marah-marah, tetapi menakutkan."
Banyak orang Barat, terutama Amerika, yang sangat benci terhadap Syaikh Usamah akibat dari propaganda busuk yang disebarkan musuh untuk mendiskreditkan Syaikh Usamah. Ironisnya, banyak juga dari kalangan Muslim yang termakan konspirasi Barat. Berikut ini adalah sebuah penuturan tentang Syaikh Usamah untuk orang-orang yang masih meragukan kiprah sang 'Singa Islam' ini, terkhusus kepada orang Amerika, yang bertanya siapakah Syaikh Usamah dan mengapa ia begitu dicintai oleh kaum Muslimin? wahai orang Amerika.. Inilah Usamah:
***
Ini adalah surat yang ditujukan kepada saya oleh beberapa pemuda, mereka berkata bahwa salah seorang warga Amerika menulisnya di salah satu forum diskusi, dan mereka mengirimnya hingga sampai kepada saya. Mereka ingin saya menjawab pertanyaan orang Amerika ini, awalnya saya ragu-ragu, namun mereka berkata sepertinya dia adalah pemuda yang sedang mencari kebenaran, dan sebagai orang muslim kita tidak keberatan untuk menyampaikan kebenaran, jadi biarkan pemuda Amerika ini meminjamkan matanya dan membaca sedikit kata-kata sederhana yang mengggambarkan sosok Usamah… beginilah bunyi surat yang sampai ke saya:
"Saya seorang warga Amerika, dan saya sangat tidak percaya pada setiap yang pemerintah saya katakan. Saya tergerak karena cara media menyajikan perihal kematian Usamah bin Ladin. Saya pikir dia dibenci oleh orang islam karena caranya; begitulah yang dikatakan pemerintah. Saya sadar setelah kematiannya, bahwa sesungguhnya ia dicintai oleh kalian! Saya ingin tahu seberapa besar arti Usamah bagi kalian sebagai orang Islam. Saya ingin tahu kebenaran dari kalian, dan bukan dari media-media, karena saya tidak percaya pada mereka. Tolong jawab dengan singkat lagi jujur. Saya sangat ingin mengetahui kebenarannya."
Dan inilah jawabannya:
"Wahai orang Amerika.. Hari ini akan saya sampaikan tentang seorang pria yang ceritanya bagaikan seorang legenda, dan ia memang seorang legenda, legenda yang disaksikan oleh seluruh penduduk dunia.
Saya tidak tahu, wah

Diposting oleh tekhnik komputer

Al-Qaeda Serambi Al-Aqsha merilis video serangan terhadap patroli keamanan penjajah zionis Yahudi di perbatasan Mesir-Israel

Muhib Al-Majdi
Rabu, 8 Agustus 2012 09:35:41
(Arrahmah.com) – Sejak deklarasi pembentukan Majlis Syura Mujahidin Aknaf Baitil Maqdis, yang merupakan nama publik bagi Al-Qaeda Serambi Al-Aqsha, penjajah zionis Yahudi semakin gemetar ketakutan. Pasalnya kelompok mujahidin yang berafiliasi kepada kelompok Al-Qaeda internasional tersebut memfokuskan dirinya dalam operasi yang menargetkan orang-orang Yahudi dan kepentingan-kepentingan Israel di bumi Islam Palestina.
Sebelum Majlis Syura Mujahidin Aknaf Baitil Maqdis resmi dideklarasikan bulan Juni 2012 M bertepatan dengan bulan Rajab 1433 H lalu, mujahidin Al-Qaeda Serambi Al-Aqsha telah melakukan sejumlah serangan yang menargetkan roda perekonomian negara penjajah zionis Yahudi itu. Salah satunya adalah 15 kali serangan terhadap jaringan pipa ekspor gas Mesir ke Israel yang sangat menyebabkan krisis bahan bakar di Israel. Serangan itu sukses melemahkan industri Israel dan memanaskan hubungan diplomatik Mesir-Israel.
Pada 27 Juli 2012 M bertepatan dengan 8 ramadhan 1433 H ini, Majlis Syura Mujahidin Aknaf Baitil Maqdis secara resmi merilis video operasi mereka menerobos perbatasan Israel Selatan. Video berdurasi 37 menit 55 detik itu diberi judul Warta'at Al-Yahud bi-Qurbil Wu'ud, yang secara harfiah berarti Dan gemetarlah orang-orang Yahudi karena janji (pasukan Islam) telah dekat.
Video yang disebar luaskan oleh situs-situs jihad internasional itu merekam proses operasi 'Ghazwatun Nushrah lil-Aqsha wal Asra', perang untuk menolong Al-Aqsha dan para tawanan. Operasi itu merupakan penyusupan mujahidin Al-Qaeda Serambi Al-Aqsha ke wilayah penjajahan Israel Selatan, melalui perbatasan Mesir-Israel dan serangan terhadap dua kendaraan patroli militer Israel.
Video diawali dengan derita kaum muslimin Palestina oleh kebiadaban penjajah zionis Yahudi. Syaikh Usamah bin Ladin kemudian ditampilkan dengan ceramahnya yang menjanjikan pertolongan terhadap kaum muslimin Palestina. Disusul oleh deklarasi Majelis Syura Mujahidin Aknaf Baitil Maqdis pada bulan Jumadil Akhir 1433 H bertepatan dengan Mei 2012 M. Majelis Syura Mujahidin merupakan cabang kelompok mujahidin Al-Qaeda internasional yang akan memfokuskan diri untuk melakukan operasi militer untuk mengusir penjajah zionis Yahudi dari bumi Palestina.
Video itu merekam secara runut proses serangan mujahidin. Dimulai dari proses pemilihan target serangan, survei yang sangat detail terhadap target serangan, penentuan waktu-tempat dan taktik serangan, pelatihan militer intensif untuk dua mujahid yang akan melakukan serangan syahid, perakitan ranjau darat anti kendaraan, hingga pelaksanaan operasi.
Video itu juga merekam aktivitas dua pelaku serangan syahid, Abu Hudzaifah Al-Hudzali dan Abu Shalah Al-Mishri, selama masa pelatihan militer sebelum pelaksanaan operasi serangan. Abu Shalah Al-Mishri adalah seorang pemuda shalih yang hafal Al-Qur'an, berasal dari propinsi Mursi Mathruh, dekat Iskandaria, Mesir. Sedangkan Abu Hudzaifah Al-Hudzali adalah seorang pemudha shalih dari suku Hudzail, Arab Saudi.
Beberapa saat sebelum operasi di laksanakan, tampak Abu Shalah Al-Mishri mengimami shalat. Pada Senin malam, 8 Rajab 1433 H bertepatan dengan 18 Juni 2012, hanya beberapa jam sebelum operasi dilaksanakan, seluruh mujahidin Majlis Syura Mujahidin Aknaf Baitil Makdis berkumpul dan melantunkan nasyid perpisahan, zuffu asy-syahid.
Adegan yang sangat mengharukan itu sangat khas Al-Qaeda, mengingatkan kita akan peristiwa yang sama tahun 1423 H/2002 M. Pada suatu malam di tahun tersebut, mujahidin Al-Qaeda Jazirah Arab (AQAP) melantunkan nasyid yang sama. Itulah malam operasi serangan yang meruntuhkan asrama militer pasukan salibis Arab di kota Riyadh. Peristiwa itu didokumentasikan oleh  mujahidin Al-Qaeda Jazirah Arab (AQAP) dalam video berjudul Badru Riyadh.
Abu Shalah Al-Mishri dan Abu Hudzaifah Al-Hudzali melakukan operasi serangan dengan sukses seperti yang telah direncanakan. Pasukan patroli militer Israel di perbatasan Israel Selatan-Mesir yang mengendarai dua jip militer berhasil mereka lumpuhkan. Jip pertama dirontokkan dengan ranjau darat. Jip kedua dirontokkan dengan tembakan RPG. Lalu kedua mujahid terlibat baku tembak sengit dengan tentara perbatasan Israel.
Operasi Majelis Syura Mujahidin Aknaf Baitil Makdis itu menuai sukses, baik dari aspek keamanan, militer maupun politik. Dari aspek keamanan, dinas intelijen Israel (Mossad) dan aparat keamanan nasional Israel tidak mendapatkan secuil pun data tentang serangan itu, siapa pelakunya, bagaimana perencanaannya, bagaimana bentuk serangan dan kapan waktu pelaksanaan serangan. Mereka baru menyadarinya setelah tentara dan aparat keamanan mereka jatuh sebagai korban.
Secara militer, aparat keamanan Israel kehilangan banyak personil dan beberapa kendaraan militer. Secara politik, rakyat dan aparat keamanan penjajah zionis Yahudi gemetar ketakutan. Hal itu diakui sendiri oleh seorang supir kendaraan patroli militer di perbatasan Israel Selatan-Mesir yang diwawancarai oleh stasiun TV Israel. Tak kurang dari Mentri Pertahanan Israel, Ehud Barak, gemetar saat diwawancarai oleh stasiun TV Israel. Operasi itu juga membuktikan keseriusan janji syaikh Usamah bin Ladin untuk membantu kaum muslimin Palestina dan mengusir penjajah zionis Yahudi.
Abu Shalah Al-Mishri dan Abu Hudzaifah Al-Hudzali gugur sebagai syahid demi membebaskan para tawanan muslim Palestina dan mengusir penjajah zionis Yahudi. Kedua mujahid Al-Qaeda itu baru saja kembali dari jihad meruntuhkan kekuasaan thaghur Moammar Qaddafi di Libya 2011 M yang lalu.
Sebelum melaksanakan operasi serangan, kedua mujahid itu menyampikan kabar gembira dari mujahidin bumi Baitul Maqdis kepada sang amir, syaikh Aiman azh-Zhawahiri. Nahnu 'ala darbil jihad madhin, wa 'ala bai'atil jihad laa naqiilu wa laa nastaqiilu. Kami akan terus berjalan di atas jalan jihad, memegang bai'at jihad, tidak membatalkannya dan tidak meminta pembatalan. Mujahidin Al-Qaeda menjanjikan ribuan mujahid lainnya telah 'mengantri' untuk berjihad di bumi Palestina. Video itu ditutup dengan syair pembelaan yang dilantunkan oleh mufti, ulama dan komandan Al-Qaeda, syaikh Abu Yahya Al-Libi.

Diposting oleh tekhnik komputer

Nasehat dan renungan dari Syaikh Abu Muhammad ‘Ashim Al Maqdisiy: “Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan pula”

Saif Al Battar
Selasa, 13 Maret 2012 08:26:51
(Arrahmah.com) - Tulisan ini adalah diambil dari kitab "Waqafat Fi Tsamaratil Jihad" tulisan Syaikh Abu Muhammad ‘Ashim Al Maqdisiy (hafizahullah) no ke 19 yang ditulis secara terpisah.
Sebagai tambahan terhadap waqafat 1-18 yang sudah beliau tulis dan sebarakan jauh-jauh hari sebelumnya yang sudah diterjemahkan oleh Ustadz Aman dengan judul " MERENUNG SEJENAK TERHADAP HASIL-HASIL JIHAD ANTARA KEBODOHAN TERHADAP SYARI'AT DAN KEBODOHAN TERHADAP REALITA" yang pernah diterbitkan oleh penerbit Jazera, Solo dengan judul yang sangat buruk dan tidak mempresentasikan isi buku tersebut dengan judul "MEREKA MUJAHID TAPI SALAH LANGKAH" padahal buku tersebut sebenarnya adalah buku yang diakui para mujahidin Afgahnistan dan Irak sebagai buku yang membantu mengarahkan jihad mereka.
Renungan ke 19 menjabarkan akhlak islam dalam memperlakukan orang kafir yang tidak menggangu kaum muslimin bahkan justeru membantu kaum muslimin dan mujahidin tanpa mengusik keyakinan mereka dalam kondisi tidak ada payung negara islam yang disegani orang-orang kafir. Semoga tulisan yang diterjemahkan oleh Ustadz Abu Sulaiman Aman Abdrrahman (fakkalah asrohu) ini  bermanfaat untuk para Mujahidin yang sedang berjihad fie sabilillah dan kaum muslimin semuanya. Arrahmah.com menghadirkan tulisan ini agar mencerahkan dan mencerdaskan buat kita semua, insya Allah. Selamat membaca:
***
­Renungan Kesembilan Belas
هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ
"Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan pula"
Saat kami dikucilkan dari alam dan dihalangi dan mendapatkan kunjungan keluarga, kabar berita dan hubungan dengan dunia luar, saya tidak melihat dari makhluk di sel isolasi saya itu selain utusan palang merah, merpati dan burung-burung kecil yang biasa bertengger di atas teralis besi lobang sel untuk mencari potongan roti yang sering saya taburkan baginya supaya menghibur kesepian saya dengan bunyi dan kicauannya.
Dan begitulah pula apa yang dilakukan utusan lembaga internasional untuk palang merah, di mana kedatangan utusan itu kepada kami membangkitkan rasa bahagia dan senang, karena ia artinya adalah kabar baru tentang keluarga, dan surat-surat kerinduan dari orang-orang yang dicintai sebagaimana ia dalam banyak keadaan berusaha untuk meringankan tekanan-tekanan yang dilakukan kantor penjara terhadap banyak tahanan, bahkan kadang kala ia membawakan untuk kami buku-buku yang membuat kami senang dalam kondisi pengisolasian dan pelarangan buku-buku oleh pihak penguasa. Dan untuk keadaan saya secara pribadi adalah mendapatkan posisi khusus dan perhatian dari lajnah (Palang Merah Internasional / ICRC) dengan sebab lamanya masa pengisolasian yang telah saya jalani di sel isolasi.
Setiap orang yang mengenal saya dan mengenal kegemaran saya kepada buku dan bacaan akan mengetahui bahwa hukuman terbesar terhadap saya di dalam penahanan adalah penghalangan saya dari hal itu, dan kantor penjara pun mengetahui baik hal itu dan melakukannya terhadap saya, di mana mereka menghalangi saya dari buku-buku atau mempersulitnya terhadap saya atau merampasnya di saat buku-buku itu ada karena sebab hal sepele, maka utusan ICRC pun mengerahkan upaya mereka untuk melepas pemboikotan ini dari saya dengan kejujuran yang tidak akan saya lupakan bagi mereka, dan mereka mencoba dengan berbagai kemampuan dan fasilitas mereka untuk memecahkannya, dan di awal-awal mereka berhasil setelah susah payah dari memasukan majalah "Insani" yang menginduk kepada lajnah dan yang terbit per pasal, maka itu adalah awal penglihatan kami terhadap dunia luar yang terjauhkan dari kami walau dari celah isyarat-isyarat yang tercecer di dalam berita-berita dan kegiatan-kegiatan ICRC (INTERNATIONAL COMMITTEE of The RED CROSS), dan tidak akan menghargai kadar hal ini kecuali orang yang telah merasakan apa yang kami rasakan, sehingga kami selalu menunggu dengan kerinduan kepada Majalah ini walaupun sedikitnya info-info dunia di dalamnya, karena ia bukan buletin pemberitaan, namun buletin yang memperkenalkan kegiatan-kegiatan lembaga ini, akan tetapi pengisolasian yang kami alami itu menjadikannya sebagai buletin pemberitaan utama dan satu-satunya tentunya bagi kami.
Kemudian upaya-upaya utusan lajnah itu terus beruntun, sehingga mereka berhasil memasukan buku-buku kecil lajnah dan buletin-buletinnya yang beraneka ragam seperti buku Un Souvenir The Solferino (Mengenang Tragedi Solferino) milik Jean Henry Dunant, dan Al Qanun Ad Dauli Al Insani fil Islam serta yang lainnya dari terbitan-terbitan Lajnah dan Buletin-Buletinnya. Kemudian setelah usaha keras dan terus menerus akhirnya Lajnah berhasil memasukan 100 buku yang bermacam-macam yang dengannya ia memecahkan pengisolasian kami, dan darinya saya membuat perpustakaan penjara yang dipinjam secara bergantian oleh para napi setelah pelarangan yang lama terhadap buku-buku.
Dan ini adalah sebagian nama kitab-kitab yang dihadiahkan oleh ICRC sebagai perpustakaan bagi narapidana:
  • Tafsir Ibni Katsir
  • Shahih Muslim
  • Shahih Al Bukhari
  • Daulatul Murabithin
  • Tarikh Al Andalus (Copian)
  • Tarbiyatul Aulad fil Islam
  • Qashashul Anbiya
  • Shuwar Min Hayatish Shahabah
  • Shuwar Min Hayatit Tabi'in
  • Laa Tahzan Innallaha Ma'anaa
  • Fi Wujdanil Qaryah
  • Al Yaumul Mau'ud
  • Ath thibb An Nabawiy
  • Hubbii Ya Riihal Iman
  • Shina'atul Qa'id
  • Rihlatun Najah
  • Al Harbul ‘Alamiyyah Al Ula Wats Tsaniyah..
Dan buku-buku lainnya dalam daftar yang panjang dan beraneka ragam...
Orang yang mengamati buku-buku ini adalah mengetahui kesalahan prasangka banyak orang yang meyakini bahwa lembaga ini melakukan kegiatan-kegiatan misionaris atau kristenisasi, karena sebagian buku-buku itu membicarakan perihal penderitaan kaum muslimin di Andalusia (Spanyol dan Portugal sekarang, pent.) dan menjelaskan apa yang mereka alami berupa pemusnahan (Holocos) di Mahkamah-Mahkamah Taftisy (Pemeriksaan) pasca jatuhnya Andalusia dan lenyapnya kekuasaan Islam di sana.
Sebahagiannya mengecam serangan pasukan-pasukan salibis terhadap negeri-negeri kaum muslimin dan berbicara tentang pembantaian yang dialami kaum muslimin saat jatuhnya Al Quds di bawah kekuasaan mereka, dan sebagiannya mengecam penjajahan modern dan membela khilafah serta mencela orientalis, budaya barat, a susila dan hal lainnya yang mana hal tersebut tergolong bukti yang menunjukkan secara jelas bahwa lembaga ini tidak ikut campur di dalam permasalahan keagamaan dan keyakinan, dan ia tidak memiliki tujuan kristenisasi atau misionaris –sesuai pengalaman saya- dan hal serupa itu yang berusaha disematkan oleh sebagian orang dengan sebab namanya dan simbolnya yang mana ia pada asalnya adalah pembalikan bendera Swis negara tempat domisili dan lahirnya Lembaga ini...
Padahal sesungguhnya yang harus dijadikan barometer itu adalah hakikatnya bukan penamaannya terkhusus lagi apabila penamaan itu hanya sekedar simbol dan pamflet yang dikosongkan dari isinya dan dipalingkan atau dipindahkan dari makna-makna asalnya, di mana berapa banyak negara atau organisasi di zaman kita ini yang menjadikan dari ayat-ayat Qur'aniyyah atau syahadatain atau takbir atau hilal (bulan sabit) sebagai simbol baginya sedangkan ia tidak mengenal dari islam itu kecuali namanya dan tidak ada padanya dari simbol-simbol ini kecuali tulisannya saja bahkan bisa jadi tidak memahaminya dan tidak mengenalnya dengan makna-makna asalnya dan penunjukan-penunjukan yang sebenarnya, dan justru malah memerangi makna-makna itu dan memusuhi penganutnya...
Dan juga sudah diketahui oleh setiap orang yang merujuk kepada sejarah lahirnya dan perintisan lembaga ini bahwa ia tidak berangkat dari prinsip-prinsip keagamaan tabsyiriyyah (kristenisasi) dan bahwa pendirinya yang pertama Henri Dunan adalah saudagar dan bukan pendeta atau misionaris.
Dan bila saya boleh berbicara tentang pengalaman pribadi saya dengan lembaga ini maka sesungguhnya saya tidak pernah merasakan sepanjang hubungan saya dengan ICRC ini yang berlangsung sejak tahun 1994 M dan tidak pernah melihat di suatu hari pun bahwa utusan ICRC ini berusaha melakukan misi kristenisasi atau ikut campur dalam keyakinan para narapidana, bahkan sebaliknya justru sayalah yang sering memulai banyak dari mereka dengan melontarkan permasalahan keagamaan dan meminta penjelasan dari mereka tentang aqidah mereka dan mengajak mereka kepada islam, dan mereka juga sama sekali tidak tersinggung dengan pencoretan saya pada tenggang waktu yang panjang terhadap simbol Lajnah di surat-surat saya yang saya kirimkan buat keluarga saya, namun justru yang tersinggung dari hal itu dan memprotesnya adalah pemerintah yang saya menjadi tahanannya dengan alasan bahwa saya melakukan hal itu sebagai sandi dan isyarat rahasia yang saya isyaratkan dengannya kepada keluarga saya, dan sebagian surat-surat saya ditahan karena sebab itu...
Di suatu tahun dari tahun-tahun penahanan saya mencoba meminta dari utusan Lajnah agar menghadirkan Kitab yang disucikan oleh orang-orang Nasrani untuk membantu saya dalam sebagian riset ilmiah saya di penjara, namun mereka menolak dari hal itu dan meminta maaf, dan mereka tidak memenuhi permintaan saya itu padahal mereka itu  memenuhi permintaan penyediaan banyak kitab-kitab yang  tadi diisyaratkan di atas, di samping itu sesungguhnya termasuk hal yang diketahui umum bahwa banyak dari utusan lajnah itu pada hakikatnya adalah orang-orang yang mengaku beragama islam, sedangkan yang non muslim dari mereka selalu menjaga dan menghormati pilihan-pilihan para pemuda muslim, dan mereka berusaha keras untuk menyediakan utusan-utusan pria di saat si tahanan menolak dari melakukan wawancara dengan utusan wanita sebagai bentuk keinginan kuat dari mereka agar tidak terputusnya hubungan dengan siapa pun dari kalangan narapidana, sampai-sampai para utusan wanita Lajnah itu mengenakan kerudung karena sebab itu...
Dan di saat saya telah menyelesaikan bacaan semua kitab-kitab dalam daftar yang panjang yang dihadirkan Lajnah ke penjara dan yang tidak mungkin dibaca dalam satu atau dua atau tiga bulan namun saya telah menyelesaikannya semuanya karena keinginan kuat pemerintah dan kebersikukuhannya untuk memperpanjang masa penjamuan saya di sel isolasi saya, maka setelah itu saya meminta kitab-kitab lain dari utusan Lajnah yang saya sebutkan nama-nama judulnya, dan mereka pun tidak pelit dalam menghadirkannya kepada saya. Dan itu terealisasi setelah upaya keras mereka yang panjang dan alot yang membuahkan hasil pengguguran pelarangan terhadap buku, bahkan lajnah pun di akhir perjalanan dan sebulan sebelum pembebasan saya berhasil mendapatkan –dengan sebab lamanya pengisolasian saya- persetujuan untuk memasukan koran ke dalam sel saya dalam setiap kunjungan lajnah, dan ia adalah hal yang bisa terealisasi pertama kali dalam sejarah penjara sesuai pengetahuan saya, maka kunjungan mereka itu pun bagi saya telah berarti adalah info terperinci tentang berita-berita dunia yang mana pikiran saya telah ketinggalan darinya sajak kurang lebih lima tahun...
Ini adalah sebagian yang saya lihat dan saya saksikan dari usaha keras Lajnah ini dalam pengalaman pribadi saya. Adapun pelayanan-pelayanan mereka di tingkat dunia islam:
Maka salah seorang pejabat ICRC berkata: (Bisa diperhatikan bahwa lebih dari separuh pelayanan-pelayanan yang dilakukan ICRC adalah di arahkan untuk membantu korban kaum muslimin baik mereka itu para narapidana atau keluarga orang-orang yang hilang atau kaum sipil yang membutuhkan atap yang menaungi mereka atau air bersih atau makanan. Dan dengan memperhatikan sekilas kegiatan-kegiatan ICRC di lebih dari 50 negara anggota OKI (Organisasi Konferensi Islam), jelaslah keberadaannya yang kuat di dunia islam...) Nukilan dari (Mukhtarat Min Al Majallah Ad Dauliyyah Lish Shalib Al Ahmar 2005 M)
Dan orang yang meragukan informasi-informasi ini bisa menanyakan kepada rakyat Palestina di Ghaza dan Tepi Barat dan juga rakyat Irak terutama para tahanan dan keluarga mereka tentang pelayanan Lajnah ini.
Karena sebab itu semua dan yang lainnya, maka saya sungguh sangat heran dan mengingkari saat saya mendengar pemboman kantor ICRC di Baghdad; sedangkan Irak dan rakyatnya dalam kondisinya yang sekarang adalah rakyat yang paling membutuhkan di dunia hari ini kepada pelayanan-pelayanan ICRC yang banyak dan beraneka raga, sebagaimana saya diliputi rasa jijik dengan alasan-alasan dangkal sebagian orang dalam pembenaran pemboman itu dengan klaim bahwa kantor ICRC di Irak itu adalah sarang bagi CIA, seolah CIA itu kekurangan sarang di negeri (Irak) yang malang yang telah menjadi salah satu bagian wilayah dari wilayah-wilayah mereka (CIA/USA); sehingga, mereka meminjam kantor ICRC atau menyewanya untuk menetap mereka!! Dan setiap orang yang mengenal kenetralan ICRC ini dan berinteraksi dengannya pasti mengetahui ketidakmungkinan praduga-praduga, prasangka-prasangka dan alasan-alasan pembenaran semacam ini.
Sebagaimana saya sangat terheran-heran terhadap sikap menjadikan utusan ICRC sebagai sasaran dalam banyak front baik mereka itu dibunuh atau diculik dan dijadikan jaminan/gadaian bagi negosiasi atau penekanan terhadap negara-negara asal mereka, dan seperti itu pula menargetkan para pegawai Lembaga-lembaga Bantuan secara umum bukan karena apa-apa kecuali karena warna rambut mereka yang pirang atau mata mereka yang biru atau kewarganegaraan mereka sebagai tanda terhadap permusuhan dalam dien dan bahkan lebih dari batas itu yang dilampaui di mana wanita-wanita dari Lembaga itu pun dijadikan sasaran seperti Margaret Hasan kepala kantor organisasi Kair Al Khairiyyah di Irak yang telah bekerja dalam bidang Pertolongan selama 30 tahun di Irak seraya menentang Embargo yang ditetapkan terhadap Irak, dan ia di samping itu adalah istri laki-laki warga Irak yang mengaku muslim, namun demikian dunia seluruhnya menonton penculikan wanita ini dan pengancaman pembunuhannya serta perealisasian pembunuhannya itu dengan klaim penekanan terhadap negara asal wanita itu agar menarik pasukannya dai Irak!
Maka kedunguan macam apa ini dan pencorengan apa lagi terhadap jihad dan pelecehan (bentuk apa lagi) terhadap muqawamah (perlawanan) dan ahlinya?? Dan saya tidak ragu sedikit pun bahwa hal semacam ini tidak mungkin muncul dari mujahid yang memahami diennya dan menghormati jihadnya serta peduli terhadap nama baiknya; namun hal ini tidak mungkin muncul kecuali dari para perampok dan orang-orang jahat yang tidak memiliki sedikit pun hubungan dengan dien apalagi dengan jihad; sebagaimana hal itu memang terbukti  kemudian di mana ternyata para penculik itu bukan dari mujahidin, dan justru penculikan dan pembunuhannya itu telah dikecam oleh orang yang menghormati jihadnya dan yang peduli terhadap sum'ahnya dari kalangan mujahidin, para dai mereka dan ulama mereka.
Karena telah sah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam  bahwa beliau berkata:
مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الجَنَّةِ
"Barangsiapa membunuh mu'ahid maka ia tidak mencium bau surga." (HR Al Bukhari no. 3166)
Dan bersabda dalam hadits shahih:
مَنْ قَتَلَ رَجُلًا مِنْ أَهْلِ الذِّمَّةِ، لَمْ يَجِدْ رِيحَ الْجَنَّةِ
"Barangsiapa membunuh seorang dari Ahludzdzimah, maka ia tidak mendapatkan bau surga..." (HR Al Imam Ahmad no. 18072 dan lainnya)
Sisi pengambilan dalil dari hadits-hadits ini adalah bahwa bila ancaman ini telah ada di dalamnya bagi orang yang membunuh kafir mu'ahid atau dzimmiy yang menghormati agama islam dan penganutnya dan memberikan rasa damai kepada mereka atau menahan dirinya dari memerangi mereka karena rasa takut terhadap kekuasaan Islam dan daulah kaum muslimin di saat negara Islam itu ada; maka bagaimana halnya dengan orang yang menghormati agama kaum muslimin dan menahan dirinya dari memerangi mereka dan bahkan bekerja aktif dalam membantu dan menolong mereka walaupun kaum muslimin tidak memiliki daulah dan kekuasaan yang ditakuti dan diseganinya, akan tetapi dia melakukan hal itu dari dorongan muruah atau amal kemanusiaan dan akhlak yang terpuji serta hal serupa itu; bukankah dia ini lebih layak dan lebih pantas untuk mendapatkan keamanan, perlakuan baik, tidak disakiti dan tidak diganggu? dan (lebih pantas) masuk dalam firman-Nya:
لا يَنْهَاكُمُ اللهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
"Allah tidak melarang kalian berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kalian dalam urusan agama dan tidak mengusir kalian dari kampung halaman kalian. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil." [Al Mumtahanah: 8]
Maka kalau begitu tidak ada alasan bagi keberatan sebagian pemuda dari interaksi dengan ICRC atau menghajrnya dan memboikotnya, padahal mereka itu atau saudara-saudara mereka yang tertindas atau  ditawan sangat membutuhkan sekali kepada pelayanan-pelayanannya dan bantuan-bantuannya. Dan di antara yang bisa dijadikan pendekatan dalam hal ini adalah apa yang ada di dalam sirah pada kisah Kepergian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ke Thaif yang mana di sana beliau disakiti dan dilempari kakinya sampai bercucuran darah, terus beliau berlindung di keteduhan suatu kebun, kemudian beliau didatangi seorang budak yang beragama Nasrani namanya ‘Addas dengan membawa anggur maka beliau shallallahu 'alaihi wa sallam pun menerimanya darinya...
Dan untuk sebagai faidah, saya beritahukan bahwa Daulah Utsmaniyyah sendiri telah bergabung dengan Kesepakatan Jenewa tahun 1864 M tanpa sungkan sedikit pun, di mana ia adalah Kesepakatan yang di atas dasarnya telah bertolak upaya perlindungan korban-korban perang di zaman-zaman modern; dan atas dasar itu ia telah memberikan jaminan keamanan dan menghargai pengibaran lambang Palang Merah sebagai sarana perlindungan bagi mobil-mobil Ambulans musuh, karena kesepakatan ini telah menegaskan agar menghormati individu-individu pelayanan medis dan sarana-sarana pengangkutan serta perlengkapan-perlengkapan medis sedang tandanya adalah lambang Palang Merah di atas latar putih, dan Daulah Utsmaniyyah tidak menggunakan lambang Bulan Sabit Merah kecuali di saat peperangan antara Daulah Utsmaniyyah dengan Rusia tahun 1876-1878 M saat ia mengumumkan bahwa ia akan menggunakan Bulan Sabit Merah sebagai Lambang tersendiri bagi Organisasi Nasionalnya di atas mobil-mobil Ambulans yang menginduk kepadanya dengan tetap terus menghormati pemakaian lambang Palang Merah sebagai sarana perlindungan bagi mobil-mobil Ambulans musuh, dan sejak itu saja maka Bulan Sabit Merah telah menjadi lambang yang diberlakukan di Daulah Utsmaniyyah, dan hal itu tidak mengundangnya untuk tidak memberikan jaminan keamanan kepada mobil-mobil musuh yang membawa lambang Palang Merah sebagai ciri terhadap pelayanan-pelayanan medis, atau mengganggunya dan mengancamnya dengan bahaya, akan tetapi ia tetap terus memberikan jaminan keamanannya.
Dan terakhir, saya di sini membisikkan di telinga setiap saudara mujahid dengan pertanyaan ini: Apa engkau rela dikatakan bahwa mujahid itu adalah insan yang dungu yang tidak bisa membedakan antara musuhnya dengan kawannya dan antara orang yang memeranginya dengan orang yang membantunya? Saya kira engkau tidak rela dengan hal itu. Jadi hati-hatilah dari ikut serta dalam allaghwu fiddin (sikap, kegaduhan di dalam dien) atau berbuat hal yang meremehkan jihad dan mencorengnya sehingga (dengan tindakan itu) engkau membantu musuh-musuh islam dalam tipu daya dan makar mereka terbesar dan terbusuk dalam memerangi dien ini. Allah ta'ala berfirman:
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لا تَسْمَعُوا لِهَذَا الْقُرْآنِ وَالْغَوْا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ
"Dan orang-orang kafir berkata: janganlah kalian mendengarkan Al-Qur'an dan buatlah kegaduhan terhadapnya, agar kalian dapat mengalahkan (mereka)," [Fushshilat: 26]
Oleh karena itu sesungguhnya saya mengajak dan menasihati semua ikhwah yang aktif bekerja untuk kejayaan dien ini di seluruh penjuru dunia; yang peduli: kepada urusan kaum muslimin dan dien mereka serta ingin menjaga sum'ah jihad dan mujahidin agar mereka memberikan keamanan kepada utusan-utusan ICRC (Lembaga Palang Merah Internasional) dan yang serupa dengannya berupa organisasi-organisasi Pemberian Pertolongan, dan hendaklah menghindari dari menjadikan para anggota dan utusan-utusannya sebagai sasaran selagi mereka terus menjaga kenetralan mereka dan tidak ikut campur dalam agama kaum muslimin dan keyakinan-keyakinan mereka, namun mereka (para anggota organisasi-organisasi itu) bekerja untuk memberikan pertolongan dan bantuan kepada kaum muslimin, dan hendaklah para aktivis itu tidak menganggap sikap itu sebagai keutamaan dari mereka, namun ia itu wajib dari sekian kewajiban berbuat baik kepada orang-orang yang berbuat baik. Allah ta'ala berfirman:
هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ
"Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)," [Ar Rahman: 60]
Sungguh kami kaum yang kemuliaan akhlak kami menolak dari
Memulai menyakiti orang yang tidak menyakiti kami
Dan di dalam hadits shahih yang diriwayatkan Al Imam Ahmad dan yang lainnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:
لَا يَشْكُرُ اللهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ
"Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterima kasih kepada manusia." (HR Ahmad no. 7939)
Bukan termasuk agama kita dan bukan termasuk tuntunan Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam membalas orang yang berhak mendapatkan ungkapan terima kasih walau berbeda aqidah dan agama dengan kita dengan perlakuan buruk dan pengingkaran apalagi dengan penculikan, gangguan dan pembunuhan... Dan yang sangat menunjukkan terhadap hal ini adalah apa yang diriwayatkan Al Bukhari dari sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pasca perang Badar perihal tawanan kaum musyrikin:
لَوْ كَانَ المُطْعِمُ بْنُ عَدِيٍّ حَيًّا، ثُمَّ كَلَّمَنِي فِي هَؤُلاَءِ النَّتْنَى لَتَرَكْتُهُمْ لَهُ
"Andaikata Muth'im ibnu ‘Addiy masih hidup terus ia Menego saya perihal orang-orang busuk itu tentu saya membiarkan mereka untuknya" (HR Al Bukhari no. 3139)
Yaitu beliau akan bebaskan mereka semua sebagai ungkapan terima kasih baginya; dan itu dikarenakan ia telah memberikan jaminan keamanan dan melindungi beliau sepulangnya dari Thaif ke Mekkah, dan ada yang mengatakan pula bahwa sebab hal itu adalah karena ia tergolong orang yang paling keras upayanya dalam merobek Shahifah (Surat kesepakatan) yang ditulis Quraisy terhadap Banu Hasyim dan kaum muslimin yang bersama mereka saat diboikot di Syi'ib. Jadi ini adalah ungkapan terima kasih baginya dan pujian yang baik atas kebaikannya terhadap Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam walaupun Muth'im ini sudah mati di atas kemusyrikan dan peribadatan berhala...
Ibnu Hajar dalam Fathul Bari telah menuturkan dari Al Fakihaniy dengan isnad yang mursal bahwa Hissan ibnu Tsabit membuat syair kenangan kebaikan Muth'im ibnu Addiy tatkala meninggal sebagai balasan jasanya terhadap Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
Dan dalam pujian beliau shallallahu 'alaihi wa sallam terhadap Hilful Fudlul sedangkan ia adalah hilf (kesepakatan) yang didirikan zaman jahiliyyah oleh orang-orang kafir penyembah berhala untuk menolong orang yang dianiaya dan untuk menghadang kezaliman; maka di dalam pujian beliau itu terdapat dalil yang jelas terhadap keabsahan memuji dan berterima kasih kepada orang-orang yang suka menolong dan berbuat baik, dan bahwa hal itu termasuk akhlak Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan tergolong sunnah dan tuntunannya. Dan bukan termasuk akhlak dan tuntunan beliau membunuh atau menculik dan berbuat buruk kepada orang-orang semacam mereka itu.
Apa si angkuh tak tahu bahwa di tengah kami ada
Kitabullah yang memberikan kepada kami bayan
Memerangi kehidupan kami sehingga bisa membangun
Eksistensi di atas sinar Tuntunannya
Ia mengatakan kepadanya dan kepada seluruh dunia
Bahwa kami akan menguasai orang yang telah menguasai kami
Dengan jihad kan kami Teror Para penjahat Perang dan memberikan kenyamanan bila mereka jujur
Ini adalah yang ingin saya ingatkan dan arahkan kepada saudara-saudara saya di mana saja sebagai bentuk ketulusan kepada dienullah dan ketulusan kepada jihad dan mujahidin, serta sebagai bentuk kepedulian terhadap sum'ah mereka dan sum'ah jihad mereka, juga sebagai bentuk penampakan bagi gambaran hakiki yang indah bagi islam dan jihad...
Dan di penutup kalimat ini ada baiknya bagi saya untuk mengingatkan para utusan ICRC juga sebagai kecintaan saya terhadap kebaikan bagi mereka; dengan nasihat teman mereka saat berbicara dalam ucapannya yang tadi telah diisyaratkan di atas: (Dan Lembaga Internasional ini perlu agar menjauhkan dirinya dari permasalahan-permasalahan Sosial dan pertikaian-pertikaian politik) selesai.
Saya katakan: Dan seperti itu juga permasalahan-permasalahan keyakinan dan keagamaan bagi kaum muslimin selagi prinsip kenetralan adalah prinsip yang dipegang oleh Lajnah (Lembaga) dan ia selalu memperhatikan pembuktian yang menjadikannya bisa lancar berinteraksi bersama seluruh pihak tanpa memancing atau ikut campur dalam keyakinan dan agama manusia. Dan ia adalah yang diingatkan oleh pemimpin redaksi Majalah ICRC dengan ucapannya: (Agar Lembaga mendapatkan kepercayaan semua pihak yang bertikai maka ia menetapkan atas dirinya prinsip ini (netral), bukan saja tidak ikut serta dalam operasi-operasi permusuhan, akan tetapi juga penolakan dari ikut campur dalam segala bentuk debat politik atau keagamaan atau ideologi) selesai nukilan dari Mukhtarat min Majallah Ash shalibil Ahmar 2005 M.
Bila Organisasi-organisai Bantuan ikut campur dalam aqidah, agama dan syari'at kaum muslimin, maka tidak diragukan bahwa ia akan menjerumuskannya kepada sikap permusuhan dan menjadikannya sasaran-sasaran yang memusuhi, dan bukan netral atau membantu. Sungguh saya telah melihat dan banyak mujahidin pun melihat Lembaga-lembaga Bantuan Eropa di Utara Afghanistan ikut campur dalam urusan hijab wanita muslimah dan membagikan pakaian-pakaian yang mengandung ungkapan-ungkapan misi kristenisasi, dan karena sebab-sebab ini mujahidin pun telah mengolongkannya dalam Organisasi-organisasi yang memusuhi. Dan saat itu saya belum membedakan sebagaimana banyak orang selain saya sampai hari ini masih belum membedakan antara Lembaga-lembaga itu dengan Lembaga ICRC dan prinsipnya yang netral.
Dan nasihat terakhir saya hadiahkan juga kepada Majallah Al Insaniy yang menemani saya dalam kegelapan penjara dan pengisolasiannya; agar ia menjauhkan dirinya dari hal-hal semacam ini, dan di antaranya adalah pujian sebagian penulisnya tanpa hati-hati kepada sebagian penulis dan pemikir yang menghujat Qur'an kaum muslimin, sejarah mereka dan tsaqafah mereka, karena sesungguhnya ungkapan (Sesungguhnya pendapat-pendapat yang ada di dalam terbitan ini tidaklah mengungkapkan kecuali dari sudut pandang para pemiliknya) tidaklah berarti apa-apa bersama hujatan yang jelas terhadap agama dan syari'at kaum muslimin, seperti hijab wanita muslimah, poligami dengan klaim hak-hak wanita atau hak-hak manusia yang pilih-pilih, atau hujatan kepada jihad dan mujahidin serta perlawanan umat islam dengan klaim mencela Teror. Karena hal itu pada hakikatnya adalah penyelarasan dan pengikutan arus perang dunia terhadap apa yang disebut Teror yang meluas sehingga pada hakikatnya ia menjadi perang terhadap kaum muslimin dan negeri-negeri mereka!! Dan penceburan Majalah dan pengikutannya dalam (arus) semacam ini adalah bertolak belakang dengan dasar kenetralan yang telah dijadikan oleh Lajnah sebagai prinsip baginya. Dan hal serupa adalah pujian tanpa sungkan kepada musuh-musuh Al-Qur'an apalagi sampai menuturkan sebagian ucapan mereka di dalam majalah.
Dan selama Lajnah itu memperhatikan serius terhadap kenetralannya dan menjauhi kemusykilan-kemusykilan dan sandungan-sandungan semacam ini, maka ia akan mendapatkan selalu dari kami syukur dan pujian ucapan maupun perbuatan sebagaimana yang telah kami pelajari dari agama kami dan tuntunan Nabi kami shallallahu 'alaihi wa sallam...

Diposting oleh tekhnik komputer

Israel sambut baik operasi militer Mesir di Sinai

Althaf
Kamis, 9 Agustus 2012 14:51:08
TEL AVIV (Arrahmah.com) - Israel menyambut baik operasi militer Mesir di Sinai utara pada hari Rabu (8/8/2012) bertujuan untuk melacak militan di balik serangan mematikan akhir pekan yang menewaskan 16 tentara Mesir.
"Satu-satunya yang bertanggung jawab atas Sinai adalah Mesir, dan Mesir akan melakukan segala daya untuk menghadapi teror. Keberhasilannya akan mencegah serangan yang lebih besar," kata Amos Gilad, seorang pejabat tinggi di Kementerian Pertahanan Israel.
Berbicara beberapa jam setelah militer Mesir mengatakan telah melakukan serangan udara di Sinai utara yang menewaskan 20 orang yang diklaim militan, Gilad mengatakan Kairo telah memahami duduk permasalahan dan mulai mengambil tindakan.
"Organisasi-organisasi ekstrimis dapat membahayakan seluruh Timur Tengah, tidak hanya terhadap Mesir," katanya. "Bantuan telah turun di Mesir, tingkat kesadaran telah meningkat. Mereka bergerak untuk bertindak," katanya.
"Kami tetap harus mengawasi masa depan dan melihat apakah ada operasi nyata terhadap teror."
Operasi hari Rabu (8/8) diluncurkan oleh militer Mesir di desa dekat Gaza ini datang tiga hari setelah serangan mematikan di sebuah pos perbatasan yang diduga dilakukan ekstrimis Islam

mantap

Diposting oleh tekhnik komputer

Israel sambut baik operasi militer Mesir di Sinai

Althaf
Kamis, 9 Agustus 2012 14:51:08
TEL AVIV (Arrahmah.com) - Israel menyambut baik operasi militer Mesir di Sinai utara pada hari Rabu (8/8/2012) bertujuan untuk melacak militan di balik serangan mematikan akhir pekan yang menewaskan 16 tentara Mesir.
"Satu-satunya yang bertanggung jawab atas Sinai adalah Mesir, dan Mesir akan melakukan segala daya untuk menghadapi teror. Keberhasilannya akan mencegah serangan yang lebih besar," kata Amos Gilad, seorang pejabat tinggi di Kementerian Pertahanan Israel.
Berbicara beberapa jam setelah militer Mesir mengatakan telah melakukan serangan udara di Sinai utara yang menewaskan 20 orang yang diklaim militan, Gilad mengatakan Kairo telah memahami duduk permasalahan dan mulai mengambil tindakan.
"Organisasi-organisasi ekstrimis dapat membahayakan seluruh Timur Tengah, tidak hanya terhadap Mesir," katanya. "Bantuan telah turun di Mesir, tingkat kesadaran telah meningkat. Mereka bergerak untuk bertindak," katanya.
"Kami tetap harus mengawasi masa depan dan melihat apakah ada operasi nyata terhadap teror."
Operasi hari Rabu (8/8) diluncurkan oleh militer Mesir di desa dekat Gaza ini datang tiga hari setelah serangan mematikan di sebuah pos perbatasan yang diduga dilakukan ekstrimis Islam

Diposting oleh tekhnik komputer

Otoritas Mesir diperkirakan akan buka kembali penyeberangan perbatasan Rafah

Siraaj
Kamis, 9 Agustus 2012 10:19:48
GAZA (Arrahmah.com) - Otoritas Mesir diperkirakan akan membuka kembali tanah perbatasan Rafah untuk warga Palestina dalam beberapa hari mendatang, menurut Mahir Abu Sabha, direktur penyeberangan dari Kementrian Dalam Negeri di Gaza, lapor Ma'an.
Abu Sabha mengatakan kepada Ma'an bahwa dia memperkirakan penyeberangan perbatasan Rafah akan dibuka kembali antara hari Kamis-Sabtu pekan ini. Dia menegaskan bahwa pembicaraan dengan pihak Mesir terkait pembukaan kembali Rafah sedang berlangsung.
Abu Sabha menegaskan bahwa Jalur Gaza tidak memiliki keterkaitan dengan serangan "militan" terhadap pasukan perbatasan Mesir pada hari Ahad yang menewaskan 16 dari mereka.
Penutupan Rafah, katanya, menimbulkan dampak negatif bagi para pasien, jamaah haji dan warga sipil lainnya. Karena penutupan ini, beberapa jamaah haji yang dijadwalkan akan meniggalkan Arab Saudi tidak dapat berangkat dan sekarang mereka harus menunggu proses penjadwalan berikutnya. Yang lebih darurat lagi, sejumlah pasien Gaza sedang menunggu keputusan Mesir untuk menyeberangi Rafah untuk pengobatan.
Pihak medis di Gaza telah memperingatkan bahwa penutupan Rafah bisa membahayakan kesehatan para pasien yang membutuhkan pengobatan ke Mesir, karena obat-obatan di Gaza

Diposting oleh tekhnik komputer

Gebrakan si Raja Dangdut

Ukasyah
Kamis, 9 Agustus 2012 17:08:34
Menjelang duel sengit Pilkada Jakarta, konstelasi politik semakin memanas. Adalah si Raja Dangdut Rhoma Irama dengan disengaja atau tidak tengah menabuh genderang persaingan menuju Jakarta Satu.
Bang Haji, begitu sapaan akrab Rhoma Irama tentu bukan orang yang asing lagi dimata masyarakat Indonesia. Selain namanya berkibar dibelantika musik negri ini, si raja dangdut tersebut juga sempat cukup lama berkiprah di dunia politik praktis. Sebagai public figur tersohor, wajar saja bila tindak tanduknya menjadi perhatian masyarakat.
Kali ini Rhoma membuat heboh dengan statementnya dalam ceramah ramadhan terkait pengharaman memilih pemimpin dari kalangan non Muslim yang oleh sebagian pihak dituding mencuri start kampanye berbau SARA. Namun Bang haji mengelak dan enggan meminta maaf.
Rhoma menjelaskan, dirinya hanya berdakwah, bukan kampanye untuk memenangkan pasangan nomor urut satu, yaitu Foke-Nara. Selain itu, dia juga menerangkan bahwa berbagai aspek kehidupan sudah diatur dalam Islam, termasuk dalam memilih pemimpin.
"Saya tidak perlu meminta maaf kepada kelompok Jokowi-Ahok karena saya merasa tidak berbuat salah. Kedua, kami enggak perlu islah karena kami enggak bermusuhan," kata Raja Dangdut itu di Kantor Panwaslu DKI Jakarta, Jalan Suryopranoto, Jakarta, Senin (Kompas.com, 6/8).
Seperti apa dampak yang bisa ditimbulkan terkait kasus ini. Setidaknya ada tiga kemungkinan, pertama: popularitas pasangan Jokowi-ahok bakal menurun. Sebab bagaimanapun warga Jakarta meskipun plural namun mayoritas adalah Muslim, jika dakwah Rhoma terus menyebar, maka masyarakat Jakarta akan meninggalkan Jokowi-Ahok. Apalagi jika sampai dibawa ke pengadilan, tentu akan memakan proses yang cukup panjang sehingga isu terus bergulir.
Kedua: Popularitas Jokowi-Ahok bisa naik. Tekanan terhadap pasangan yang diusung PDIP dan Gerindra ini bisa menjadikan pihak terkait sebagai pihak pesakitan. Kita bisa belajar pada pemilu 2004 silam, ketika Megawati melakukan serangan terhadap SBY dengan kasus tertentu justru pamor SBY melejit.
Ketiga: Tidak memiliki dampak yang berarti. Daya pikat khususnya Jokowi sudah terlalu memikat bagi warga Jakarta sehingga kasus Rhoma inipun tidak akan berpengaruh berarti terhadap sikap politik masyarakat Jakarta. Apalagi mengingat virus sekulerisme (memisahkan agama dengan kehidupan) sudah lama menjangkiti umat. Warga Jakarta bisa tidak terpengaruh dengan isu-isu keagamaan ke ranah politik, sebab selama ini Agama (Islam) hanya dipandang sebatas ibdah ritual dan spiritual, bukan untuk ranah politik dan sendi kehidupan yang lain.
Jakarta Putih Indonesia Putih
Sejatinya permasalahan Jakarta bukan hanya sekedar persoalan ekonomi-politik seperti halnya KuMis (kumuh, miskin) dsb, namun juga menyangkut kehidupan sosial yang cukup memprihatinkan. Hal ini tercermin dari terjadinya dekadensi moral yang cukup parah di Jakarta.
Jakarta merupakan lokomotif pemerintahan Indonesia. Apabila Jakarta baik, maka Indonesia dapat menjadi lebih baik, namun jika Jakarta rusak, niscaya Indonesia juga rusak. Itulah kenapa beberapa waktu silam, salah satu ormas Islam yang begitu giat memperjuangkan syariah Islam dan khilafah untuk Indonesia yang lebih baik yakni Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar event bertajuk "Jakarta putih Indonesia putih, Jakarta hitam Indonesia hitam". Acara tesebut bertujuan guna menjaring calon gubernur terbaik.
Karena itu, Jakarta membutuhkan seorang pemimpin yang beriman dan bertaqwa. Selain muslim, pemimpin tersebut harus pro terhadap syariah Islam, yang bersedia menerapkan syariah Islam dalam seluruh sendi kehidupan.
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nashrani menjadi walimu (pemimpinmu); sesungguhnya sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi wali (pemimpin), maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka." (QS. al-Maidah: 51)
"Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu." (QS. Al Maidah: 48). 
Kenapa harus syariah Islam? Sebab syariah Islam merupakan tuntutan akidah Islam, dan pasti membuat Jakarta maupun Indonesia menjadi lebih baik. Sebagai contoh sebagaimana dicatat Hidayatullah.com bahwa sudah banyak terbukti di beberapa daerah dengan di berlakukan Perda-Perda Syariah ini telah memberikan perubahan besar bagi kemaslahatan masyarakatnya. Tentusaja kemaslahatan tidak hanya dirasakan umat Islam saja, sebagaimana yang terjadi di Bulukumba Sulawesi, warga nonmuslim pun merasakan keberkahannya. Tinggal penyempurnaan dalam penerapannya alias harus diterapkan secara kaffah, untuk memperoleh kemasalatan yang diharapkan.
Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut ini: …Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka (kaum muslimin) berhukum dengan selain Kitabullah dan menyeleksi apa-apa yang Allah turunkan (syariat Islam), kecuali Allah timpakan permusuhan di antara mereka." (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim dengan sanad shahih).

Diposting oleh tekhnik komputer

Palang Merah: "Tubuh Taliban tidak membusuk!"

Saif Al Battar
Kamis, 22 Desember 2011 14:51:30
Oleh: Doktor Muhammad Andar.
Komite Palang Merah Amerika telah mengeluarkan laporan dalam lamanwebnya mengenai mayat-mayat (syuhada) Taliban dibandingkan mayat pasukan asing. Komite tersebut yang memiliki tugas mengambil dan mengubur mayat di provinsi Mazar Sharif Afghanistan, menunjukkan keheranannya mengapa tubuh mayat Taliban tidak rusak maupun mengeluarkan bau busuk?!
Laporan tersebut mengatakan bahwa investigator awalnya mengira bahwa karena cuaca dinginlah adanya fenomena itu, hanya saja teori tersebut hancur berkeping-keping karena tubuh pasukan dari sekutu utara yang tergeletak di area yang sama telah rusak dan mengeluarkan bau yang menjijikkan.
Laporan tersebut terus menyatakan bahwa mereka ingin melakukan penelitian tentang makanan yang dimakan oleh pejuang Taliban! Para peneliti juga ingin mencari tahu apakah adanya korelasi antara makanan dan darah karena darahnya beberapa Taliban tetap hangat walau setelah kematiannya!
(Sumber: Al-Misryoon, Ana Muslim dan beberapa website lainnya)
Adalah hadiah dari Allah SWT apabila musuh mengakui di depan teman-temannya mengenai mukjizat yang ditunjukkan melalui syuhada Taliban karena pembantaian pasukan salib. Harus dikemukakan bahwa jika semua peneliti maupun ilmuan biologi di planet ini mau bergabung dan meneliti seumur hidupnya, mereka tidak akan pernah menemukan jawabannya terhadap kasus yang membingungkan ini. Tanpa kita ketahui, bisa jadi mereka malah mencoba untuk menemukan tubuh Ibrahim AS yang penuh berkah dan mempelajari struktur biologinya sehingga mereka bisa membuat baju anti api untuk para prajuritnya.
Teringat pidato dari ulama terkenal, Ustaz Yasir, pada saat pemakaman komandan terbaik dari Imarah Islam, Syahid Mullah Abdul Manaan Ahmad rahimahullah: "Di sini saya akan memberikan sedikit contoh yang dapat dimengerti semua orang dan tidak ada yang bisa mengingkari tentang kenapa Taliban adalah di sisi yang benar dan rezim Kabul di sisi yang bathil; Kenapa mayat kami tidak rusak dan mengeluarkan bau busuk sedangkan mayat oposisi kami membusuk dan baunya sangat menyengat?!"
Berhubung aroma dari syahid Mullah Abdul Manaan terus-terusan semerbak, ustad yang disegani itupun menambahkan: "Saya tantang semua orang untuk datang! Mari ambil satu mayat dari sisi kami dan satu dari sisi musuh yang terbunuh pada saat bersamaan dan oleh senjata yang sama. Kita akan meninggalkan mereka dalam kondisi fisik dan kimia yang sama. Lalu mari kita perhatikan, bahwa mayat dari sisi kami mewangi seperti misik dan tampa lebih indah dan mayat lainnya menggembung dan mulai rusak dan baunya busuk! Sekarang biarkan spesialis dunia dalam bidang sains dan kimia menginvestigasi dan temukan alasannya."
Kita juga jangan lupakan salah satu faktor desersi dalam pasukan Kabul adalah karena mukjizat yang ditunjukkan melalui para syuhada Taliban. Satu kelompok prajurit ANA (Afghan National Army) di provinsi Nangarhar, distrik Ghani Khel yang meninggalkan tugasnya memberitahukan alasan dari desersi mereka yaitu: "Satu ketika kita bertarung hadap-hadapan dengan Taliban di provinsi Kandahar,  Taliban mundur sedangkan mayat dari sisi kami dan mereka tergeletak di medan perang. Lalu kami diperintahkan untuk berdiam di area tersebut pada malam hari. Waktu pun berlalu, mayat kami mulai rusak dan mengeluarkan bau sangat menyengat yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Di sisi lain, mayat Taliban mulai mengeluarkan bau yang asing tapi harum dan indah. Saat itu juga, teman-teman kami meninggalkan mayat temannya dan duduk di sebelah mayat syuhada Taliban". Prajurit itu menambahkan: "Jadi pada pagi harinya, aku dan teman-temanku mengemas barang-barang pribadi kami dan meninggalkan semuanya, padahal tinggal dua atau tiga hari lagi mendapatkan gaji dan pulang!!"
Satu buku tentang mukjizat yang ditunjukkan melalui syuhada dalam jihad melawan soviet telah dirangkum oleh ulama syahid terkenal Syaikh Abdullah Azzam rahimullah dalam sebuah judul "Ayat ar Rahmaan fi Jihad al Afghan" yang dalamnya ratusan insiden telah disampaikan. Jadi semoga Allah memberikan ulama zaman ini keteguhan untuk menyingsingkan lengan bajunya dan menulis tentang mukjizat-mukjizat yang ditampakkan dalam medan perang dan oleh para syuhada dalam jihad saat ini, sehingga manusia dapat membedakan antara kebenaran dan kebathilan dan akhirnya akan bergabung dengan kebenaran.
Akhir kata, saya memohon dengan sangat kepada seluruh pembaca agar dengan ikhlas mendoakan saya untuk dapat melaksanakan jihad dan pada akhirnya mendapatkan karunia sebagai syuhada, sebuah status yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan diimpikan oleh beliau.

Diposting oleh tekhnik komputer

Innalillahi, seorang Muslimah Rohingya diperkosa hingga meninggal oleh tentara Burma

Siraaj
Rabu, 20 Juni 2012 08:26:18
MAUNGDAW (Arrahmah.com) - Kekerasan di Arakan (Rakhine), Burma (Myanmar) masih terus terjadi dan dibiarkan terjadi terhadap penduduk Muslim Rohingya oleh pasukan 'keamanan' gabungan dari kalangan tentara, Nasaka serta polisi. Desa-desa Muslim Rohingya terus diserang dan dijarah, warga Muslim ditangkap, kebanyakan adalah laki-laki, agar warga Rohingya meninggalkan desa mereka, sehingga 'penduduk baru' dapat menghuni desa-desa itu.
Pemerkosaan terhadap Muslimah juga masih terjadi di desa-desa Muslim Rohingya. Pada hari Ahad (17/6/2012), seorang Muslimah dilaporkan telah diperkosa oleh tentara Burma hingga ia meninggal, seperti dilansir Kaladan News pada (18/6).
Amina (bukan nama sebenarnya), diperkosa oleh geng tentara di desa Pandaung Pin (Nawlborna) di Maungdaw hingga ia menemui ajalnya.
Di desa lain, desa Bagonena, dua gadis Rohingya juga diperkosa. Namun tak ada laporan bagaimana kondisi mereka kini.
Banyak laki-laki Rohingya ditangkap oleh tentara atau polisi, sehingga banyak rumah yang tersisa hanya ditinggali oleh para wanita saja, sehingga memungkinkan mereka lebih mudah diganggu dan dinodai oleh orang-orang kafir Burma itu.
Sebelumnya, 10 Muslimah Rohingya yang masih berusia remaja, telah menjadi korban kebiadaban tentara musyrik Burma, kehormatan mereka dirampas di tengah penderitaan mereka akibat kekerasan yang dilakukan etnis Buddha Arakan di desa mereka.